Berencana Aktifkan Kembali Transportasi Laut Tujuan Jakarta, Sahani Seleh Temui Pemilik Kapal Cepat

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), semula sudah berencana untuk membangkitkan kembali transportasi laut, rute tujuan Belitung - Jakarta

Berencana Aktifkan Kembali Transportasi Laut Tujuan Jakarta, Sahani Seleh Temui Pemilik Kapal Cepat
Pos Belitung/Disa Aryandi
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) 

BANGKAPOS.COM  - Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), semula sudah berencana untuk membangkitkan kembali transportasi laut, terutama untuk rute tujuan Jakarta-Belitung, Beltung-Jakarta. Sanem sudah melakukan penjajakan terhadap rencana tersebut.

Hasil penjajakan itu, satu pemilik jasa transportasi laut sudah ada yang berminat. Jenis kapal tersebut menyerupai kapal cepat Express Bahari, dengan kapasitas penumpang 300 orang penumpang dan waktu tempuh ke Jakarta atau sebaliknya sekitar tujuh jam.

"Itu kapal cepat dari Batam dan pemiliknya pengusaha dari Batam. Mereka yang sudah siap untuk transportasi laut itu, dan itu memang sudah kami jajaki dengan beberapa pengusaha jasa transportasi laut," kata Sanem kepada posbelitung.co, Selasa (5/2/2019).

Namun, kata Sanem, pemilik kapal cepat tersebut terlebih dahulu tetap ingin kembali melakukan pembicaraan lebih lanjut. Lantaran kontribusi yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap pengoperasian kapal cepat itu harus ada.

"Karena mereka tidak ingin istilahnya rugi pada tahap awal ini, jadi tidak terlepas dari sharing. Ya seperti Sharing Garuda Indonesia (rute Singapura - Tanjungpandan) kemarin, jadi apa kira - kira kompensasi bagi mereka, itu yang sekarang sedang dipikirkan," ujar Sanem.

Kompensasi itu, tentu sangat dibutuhkan oleh pemilik kapal cepat ini, lantaran mereka masih khawatir terhadap kejadian dulu. Ketika transportasi laut mulai berkembang, tiket pesawat dengan tujuan yang sama semakin murah. 

"Makanya kedepan ini, pesawat harus ada komitmen dengan transportasi laut, jangan sampai kejadian itu terulang lagi. Tentu juga mereka (pemilik kapal cepat), mereka masih ingin membuat study dan kajian dulu, itu untuk antisipasi kebijaksanaan, jadi masih menunggu waktu," bebernya. (posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved