Pemerintah Provinsi Dorong Fordas Lindungi DAS Babel

Fadillah membeberkan, daerah kritis dan rusak paling banyak di Bangka Barat, terutama kawasan pertambangan.

Pemerintah Provinsi Dorong Fordas Lindungi DAS Babel
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Pertemuan Fordas Babel di rumah dinas Gubernur Babel, Senin (4/2/2019). 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat mendukung Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Babel untuk menjaga dan memulihkan DAS yang ada di Babel

Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah, mengatakan Fordas tidak bisa bergerak sendiri terutama mengatasi aktivitas yang dapat merusak aliran sungai. Hal ini diperlukan komitmen dan sinergisitas bersama menjaga DAS.

"Dalam upaya menjaga DAS ini enggak bisa berdiri sendiri, kita perlu gerakan bersama pemerintah, tak hanya kabupaten/kota dan  provinsi, tapi juga hingga tingkat pusat seperti kementerian," kata Fatah dalam rapat Forum DAS Babel, di ruang rapat Rumah Dinas Gubernur Babel, Senin (4/2/2019).

Ia menyebutkan, pemerintah aman lebih selektif dalam memberikan izin aktivitas di kawasan aliran sungai. Meski tak dipungkirinya, banyak aktivitas ilegal yang merambah DAS.

"Adanya Fordas ini kami berharap, masyarakat yang merambah kawasan aliran sungai ada ketakutan karena ada yang menjaga," ujarnya.

Fatah menilai, hadirnya Fordas dapat membantu menjaga DAS dan mengurangi kerusakannya. Menurutnya, rencana kerja Fordas kian terukur dan terstruktur mulai dari identifikasi masalah, mencoba menguraikan melalui formulasi perencanaan penyelesaian, dengan komunikasi informasi dan tambah informasi hal-hal terkait aliran lingkungan.

"Kalau ada yang peduli misalnya terjadi kerusakan akan ada yang dibarisan depan, seperti dulu, ketika ada yang mencoba merambah Bukit Kukus, Pemda dan Fordas mempertahankan ini. Kalau digunduli akan menyebabkan bencana dan kekeringan, walaupun sudah diberikan izin. Tetapi, atas upaya fordas bisa dieliminir melalui rakor dan hasilnya maka bukit kukus bisa dilestarikan," sebutnya.

Ketua Fordas Babel, Fadillah Sabri mengatakan, pihaknya telah melalukan beberapa aksi untuk memperbaiki DAS di Babel. Meskipun, aksi ini belum sebanding dengan kerusakan yang terjadi terus menerus.

"Upaya dan gerakan yang kita lakukan jika dibandingkan dentan kerusakan belum sebanding, tapi ikhtiar mulai dengan titik-titik tertentu baik di Bangka maupun Belitung," ujarnya.

Fadillah membeberkan, daerah kritis dan rusak paling banyak di Bangka Barat, terutama kawasan pertambangan.

"Data kualitatif, masih banyak kerusakan DAS kritis, bahkan bertambah setiap tahun 0,3-0,6 persen, data rinci ada di Dinas Kehutanan dan BP DAS," sebutnya.

Tahun 2019 ini, pihaknya akan lebih banyak sosialisasi dan diskusi bersama masyarakat untuk menjaga DAS dan lebih peduli lingkungan, misalnya dengan Diskusi di Warung Kopi dengan tema 'Kembali Ke Kelekak'.

"Kita berupaya melakukan pemulihan, meskipun saat ini masih minim dibandingkan kerusakan. Tapi,  kalau semuanya bergerak, saya yakin bisa," ujarnya.

Gerakan dan Aksi yang telah dilakukan Fordas Babel, pihaknya, berhasil meraih penghargaan fordas tergiat progresif dari Kementerian Lingkungan Hidup. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved