Kepala Bappeda Pangkalpinang Sanggah Anggapan Skala Prioritas Tak Berdasarkan Kepentingan Masyarakat

Agus Suryadi menyanggah anggapan bahwa perencanaan pembangunan di Pangkalpinang dinilai cenderung bukan berdasarkan kepentingan masyarakat.

Kepala Bappeda Pangkalpinang Sanggah Anggapan Skala Prioritas Tak Berdasarkan Kepentingan Masyarakat
Dokumen Bangka Pos
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Pengembangan dan Penelitian Daerah (BP4D) Kota Pangkalpinang Agus Suryadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Pangkalpinang Agus Suryadi menyanggah anggapan bahwa perencanaan pembangunan di Pangkalpinang dinilai cenderung bukan berdasarkan kepentingan masyarakat.

Ini ia sampaikan seusai menghadiri acara musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pangkalpinang di kantor Camat Rangkui, Rabu (6/2/2019)

Ia menjawab apa yang disampaikan Ketua DPRD Pangkalpinang Achmad Subari yang menyebut usulan masyarakat di musrenbang acap kali hilang begitu dibahas di tingkat kota karena bukan berdasarkan kepentingan masyarakat. Menurut Agus, perencanaan pembangunan yang dilakukan Pemkot Pangkalpinang selama ini sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Usulan diakomodir berdasarkan skala prioritas di tengah banyaknya usulan dan terbatasnya anggaran yang tersedia.

"Itu kan cara pandang mereka (DPRD). Artinya bagaimana kita menyikapi tetapi kalau kami dari sisi perencanaan melihatnya seperti itu, kan harus ada prioritas, karena terlalu banyak kebutuhan kita, mana yang kita paling butuh yang kita butuhkan," ucap Agus di Kantor Camat Rangkui.

Dia menjelaskan, Permendagri Nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah sudah jelas mengatur apa yang menjadi urusan wajib menyangkut kebutuhan dasar untuk diprioritaskan.

Selain itu, dalam menyerap usulan masyarakat, pihaknya juga perlu mempertimbangkan apa yang menjadi visi-misi kepala daerah terpilih, urusan-urusan penunjang lainnya, hingga pokok-pokok pikiran masyarakat yang disampaikan ke DPRD melalui reses.

"Karena kan kamu harus mengakomodir kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran, jadi kami harus utamakan skala prioritas. Namun selain banjir, prioritas lainnya juga adalah sampah dan tahun ini insyaallah ada outputnya untuk Kota Pangkalpinang," kata dia.

Saat ini, kata Agus, mayoritas usulan masyarakat yang disampaikan adalah terkait penanganan banjir. Ini disampaikan hampir di setiap kecamatan di Pangkalpinang.

Agus mengatakan, penanganan banjir tersebut juga sudah masuk dalam satu di antara beberapa poin visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang.

"Kalau dijabarkan visi misinya ada beberapa target yang ingin dicapai di antaranya menanggulangi banjir, meningkatkan pemanfaatan potensi ekonomi dan penanggulangan kemiskinan," ucapnya. (BANGKA POS / dedyqurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved