VIDEO : 3 Hari Jembatan Emas Turun, Kapal Besar Tak Bisa Keluar Masuk Pelabuhan Pengkal Balam

Pasalnya, jika kapal mau melintas kondisi jembatan ini harus dalam keadaan terbuka atau naik.

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sudah tiga hari ini Jembatan Eko Maulana Ali Suroso (EMAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menghubungkan Pangkalpinang dengan kabupaten Bangka tidak bisa dioperasionalkan lantaran adanya kerusakan pada sistem mekanik hidrolik.

Terganggunya sistem jembatan dengan menggunakan sistem bascule dengan panjang 785 meter dan lebar 23 meter yang membentang di atas aliran Sungai Pangkal Balam, ini turut berdampak pada lalu lintas kapal baik yang masuk maupun keluar dari Pelabuhan Pangkalbalam.

"Memang sejak hari Minggu sekitar jam 7-8 malam jembatan kita ada masalah, jembatan kita waktu itu kondisi tertutup atau turun waktu mau naik itu enggak bisa terbuka," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Babel, Noviar Ishak ditemui di kawasan Jembatan Emas, Rabu (6/2/2019).

Menurutnya, pihaknya sudah berupaya untuk memperbaiki, agar tidak terhambat lalu lintas kapal. Pasalnya, jika kapal mau melintas kondisi jembatan ini harus dalam keadaan terbuka atau naik. Namun, terkendala dengan alat dengan banyaknya toko yang tutup pada saat hari libur Imlek

"Kita mau perbaiki kebetulan hari Minggu, Senin kita cari peralatan enggak dapat, Selasa Imlek banyak toko yang tidak buka, sampai hari ini kita masih mengupayakan mencari alatnya itu seperti baut dan lainnya," sebutnya.

Noviar menyebutkan pihaknya sudah bersurat ke KSOP untuk bisa segera menyelesaikan persoalan ini sehingga nantinya lalu lintas kapal bisa berjalan dengan normal.

"Kami sudah buat surat ke KSOP kami janji dengan segala upaya kita, mudah-mudahan nanti malam bisa kita angkat untuk jembatan," tambahnya.

Disebutkannya, kapal yang terganggu lalu lintasnya merupakan kapal-kapal besar. Sedangkan kapal kecil seperti express bahari masih bisa dilalui.

"Tinggi jembatan efektif dari muka air sampai dengan jembatan hanya 12-13 meter, jadi kapal-kapal yang ada towernya tinggi diatas itu lebih 15 meter enggak bisa lewat seperti kapal tanker Pertamina enggak bisa lewat, kapal dengan ketinggian efektif kurang 13 ke atas termasuk sawit," ujarnya.

Meski, jembatan dalam keadaan turun, pihaknya juga menutup akses masyarakat untuk melewati ini. Hal ini lantaran sedang dilakukan perbaikan.

"Untuk darat kami tutup dulu karena sedang dalam operasional perbaikan, nanti kalau sudah selesai baru kita buka. Kita utamakan betul jembatan ini untuk alur lalu lintas laut," ujarnya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved