Jembatan EMAS Rusak, Jalur Kapal Sempat Ingin Dialihkan ke Pelabuhan Lain

Sebelumnya sudah ada pembahasan mengenai hal tersebut, yakni dialihkan sementara ke pelabuhan Sadai

Jembatan EMAS Rusak, Jalur Kapal Sempat Ingin Dialihkan ke Pelabuhan Lain
Bangkapos/Yudha Palistian
Para Supir Ekspedisi lokal dan lintas daerah melakukan aksi damai didepan Kantor KSOP Pangkalbalam untuk menuntut perbaikan Jembatan EMAS. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Izuar, mengatakan pasca kerusakan Jembatan EMAS (Eko Maulana Ali Suroso)  pihaknya sempat berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengalihkan jalur kapal masuk, Kamis (7/2/2019).

"Sebelumnya sudah ada pembahasan mengenai hal tersebut, yakni dialihkan sementara ke pelabuhan Sadai, Bangka Selatan dan pelabuhan Belinyu Bangka Induk,  tetapi karena pertimbangan matang alhasil tidak bisa," ungkapnya kepada Bangkapos.com.

Ia menjelaskan pertimbangan pihaknya yakni kondisi pelabuhan sadai yang terlalu sempit sehingga kapal besar tidak akan bisa masuk lalu pelabuhan di Belinyu kondisi lautnya yang terlalu dangkal hanya sekitar 70 meter.

Menurutnya,  semuanya sudah mereka pikirkan bersama dengan instansi terkait bahkan sempat terpikirkan untuk menarik pembuka dan tutup jembatan tersebut tetapi karena beratnya melebihi kapasitas yakni sekitar sepuluh ton lebih jadi tidak bisa.

Tak hanya itu,  pihak KSOP pun sempat membahas mengenai kondisi jembatan EMAS yang baru dua tahun berdiri tetapi sudah dua kali mengalami kerusakan, alhasil menganggu jalur kapal masuk dan keluar.

"Pelabuhan Pangkalbalam ini kan ujung tombak perekonomian Bangka, dimana dari sembako,  Bahan Bakar Minyak (BBM) dan lainnya melewati jalur ini untuk didistribusikan jika jembatan EMAS tidak bisa membuka mama menganggu jalur tersebut," paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga akan terus memantau perkembangan perbaikan jembatan tersebut dan terus memastikan apakah besok jumat (8/2) akan selesai diperbaiki atau belum. (*)


Penulis: Yudha Palistian
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved