Keluh Kesah Pedagang Sembako Pangkalpinang, Dagangan Sepi Pembeli, Pasokan Terhambat

Sejumlah pedagang sembako di Pasar Pembangunan dan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang mengeluh dikarenakan sepi pembeli.

Keluh Kesah Pedagang Sembako Pangkalpinang, Dagangan Sepi Pembeli, Pasokan Terhambat
Bangkapos.com/Yuranda
Pedagang sembako di Pasar Pagi Pangkalpinang, Kamis (7/2/2019). 

BANGKAPOS.COM - Sejumlah pedagang sembako di Pasar Pembangunan dan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang mengeluh dikarenakan sepi pembeli.

Rahman (28) pedagang di Pasar Pembangunan Kota Pangkalpinang menduga sepinya pembeli karena penghasilan masyarakat tidak stabil dikarenakan harga beberapa komoditas andalan masyarakat murah.

“Dagangan kami sangat sepi mungkin pengaruh perekonomian masyarakat yang cenderung menurun karena harga-harga seperti sawit, lada, dan karet murah sehingga mereka membatasi berbelanja,” kata Rahman kepada Bangkapos.com, Kamis (7/2/2019).

Selain masalah daya beli menurun, Rahman menjelaskan pasokan sembako dari distributor pun terhambat diduga karena kapal yang mengangkut sembako terlambat tiba di Bangka akibat gelombang besar. Harga sembako pun mengalami kenaikan dari harga sebelumnya.

“Harga beras naik menjadi Rp 12.000 per kilogram dari semula Rp 10.000 per kilogram, gula pasir naik menjadi Rp 14.000 per kilogram dari Rp 13.000 per kilogram, minyak goreng kemasan naik menjadi Rp 11.000 dari Rp 10.000 per liter, gandum niak menjadi Rp 11.000 ribu dari Rp 10.000 ribu, telur ayam harga telur merangkak naik Rp 100 rupiah atau dari biasanya sekitar Rp1.600 ribu per butir menjadi Rp1.700 ribu per butir, sedangkan telur ayam Rp 30.000 ribu per kilogram,” jelas Rahman.

Pedagang sembako di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Kamis (7/2/2019).
Pedagang sembako di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Kamis (7/2/2019). (Bangkapos.com/Yuranda)

Hal yang sama disampaikan Yani (55) pedagang di Pasar Pagi Pangkalpinang. Dagangannya sepi pembeli dikarenakan perekonomian masyarakat yang tidak stabil.

Harga sembako di toko Yani rata-rata sama dengan di toko pedagang lainnya di Pasar Pagi Pangkalpinang.

“Untuk harga sembako minyak, gandum, gula merah, dan sembako lainnya rata-rata saya untung Rp 1.000 ribu,” kata Yani.

Yani mengatakan pendapatan dari berjualan sembako sangat lumayan. 

“Saya sudah 30 tahun berjualan sembako di Pasar Pagi dari pertama kali Pasar Pagi ini buka. Pendapatan dari berjualan ini sangat lumayan, saya bisa menguliahkan anak saya sampai sarjana dari hasil jualan sembako ini,” kata Yani.

“Sekarang anak saya sudah bekerja di rumah sakit sebagai perawat,” kata Yani. (Bangkapos.com/Yuranda/R6)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved