Napi di Lapas Sukamiskin Ungkap Biaya Perawatan Kamar per Bulan, Pesan Kamar Rp 700 Juta

Terdakwa kasus suap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, Fahmi Darmawansyah mengaku mengeluarkan uang hingga miliaran rupiah untuk membuat saung.

Napi di Lapas Sukamiskin Ungkap Biaya Perawatan Kamar per Bulan, Pesan Kamar Rp 700 Juta
Tribunnews - Tribun Jabar
Fahmi Darmawansyah, Inneke Koesherawati dan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen 

BANGKAPOS.COM--Terdakwa kasus suap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, Fahmi Darmawansyah mengaku mengeluarkan uang hingga miliaran rupiah untuk membuat saung.

"Biayanya mencapai Rp 1,7 miliar," ujar Fahmi saat menjawab pertanyaan hakim terkait berapa biaya yang sudah dikeluarkan dalam membangun saung, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/2).

Fahmi mengakui nilai itu sangat mahal. Namun, biaya memasukkan material ke dalam lapas membuat mahal karena harus berkoordinasi dengan petugas Lapas Sukamiskin.

"Memang terlalu mahal, kalau di luar lapas Rp 500 juta. Saungnya dikelola oleh (terdakwa) Andri Rahmat," ujar Fahmi.

Fahmi mengaku saung itu dibuat saat Lapas Sukamiskin dipimpin Dedi Handoko.

Saat Wahid menjabat, Fahmi memperbaiki saung itu dengan menambahkan toilet dan wallpaper.

"Di saung itu memang ada taman herbal dan ada mesinnya," ujar Fahmi.

Ia menambahkan, saat awal masuk Lapas Sukamiskin karena kasus suap pejabat Bakamla, ia harus mengeluarkan uang Rp 700 juta.

"Itu untuk booking kamar dari seorang broker, di dalamnya ada TV, AC dan fasilitas lainnya," ujar Fahmi.

Selain itu, ia juga mengungkap soal biaya perawatan kamar tahanan per bulan mencapai Rp 1, 5 juta. Itu dibayarkan oleh warga binaan kasus korupsi.

Halaman
123
Editor: khamelia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved