Pupuk Subsidi Sulit Didapat, Eko Wijaya Minta Pemerintah Perhatikan Petani

Petani di Provinsi Bangka Belitung mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari para penyalur.

Pupuk Subsidi Sulit Didapat, Eko Wijaya Minta Pemerintah Perhatikan Petani
Bangka Pos / Hendra
Anggota Komisi VII DPR RI, Dapil Bangka Belitung, Eko Wijaya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Petani di Provinsi Bangka Belitung mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari para penyalur.

Sementara bila mereka membeli yang non subsidi harganya terbilang sangat mahal. Padahal jatah pupuk subsidi sudah diberikan oleh pemerintah untuk membantu para petani.

Eko Wijaya, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Dapil Bangka Belitung mengatakan keluhan ini kerap diterimanya saat bertemu langsung dengan petani.

“Banyak petani kita yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Kalau mereka beli di toko, tentunya mahal. Sedangkan perekonomian petani kita saat ini masih kurang,” kata Eko Wijaya, Rabu (6/2/2019).

Kondisi ini kata Eko Wijaya cukup memprihatinkan. Padahal pupuk yang disediakan tersebut dikhususnya untuk petani.

Ketua DPD Partai Demokrat ini mensinyalir pupuk subsidi untuk petani ini tidak tepat sasaran. Bisa saja disalurkan atau dikuasai oleh penyalur pupuk subsidi ke petani lain.

“Ini yang kita khawatirkan. Pemerintah harus cepat menangani masalah ini. Bisa saja terjadi pupuk subsidi ini diselewengkan atau penyalurannya tidak tepat sasaran,” ujar Eko Wijaya.

Banyaknya masyarakat yang beralih ke sektor pertanian juga harunya diperhatian oleh pemerintah. Dan pemerintah juga harus memberikan dukungan penuh pada keinginan masyarakat ini.

“Karena itu pemerintah juga harus memperhatikan nasib petani kita. Selain bibit, juga menyediakan pupuk bersubsidi kepada para petani kita. Kita harus mempermudah petani kita untuk mendapatkan pupuk bersubdisi,” ujar Eko Wijaya.

Sementara dari Senayan, Eko Wijaya mengatakan dia terus mendorong agar pemerintah pusat memberikan subsidi pupuk bagi petani. Karena perekonomian masyarakat di Bangka Belitung, sebagian besar masih ditunjang dari sektor pertanian.

Sektor pertanian yang masih menjadi unggulan petani di Bangka Belitung yakni, sawit, lada dan karet. Karenanya ketersediaan pupuk bersubsidi masih dibutuhkan oleh petani.

“Justru kita minta kuota pupuk non subsidi untuk petani ini ditambah. Disisi lain juga harus dilakukan pengawasan ketat agar penyalurannya tepat sasaran,” ujar Eko Wijaya.
Dia berharap dengan ketersediaan pupuk yang cukup dan berkualitas serta harga subsidi ini dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan hasil pertanian di Bangka Belitung. (*)

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved