Satlantas Polres Babar gelar Dialog Lintas Milenial, Ini Tujuannya

Kita kepingin tau apa permasalahan yang terjadi di usia generasi milenial. Banyak terjadi pelanggaran, cenderung melakukan hal

Satlantas Polres Babar gelar Dialog Lintas Milenial, Ini Tujuannya
Ist/ Siamsiar Komar
Dialog milenial di si Polres Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Satuan Lalu lintas Polres Bangka Barat menggelar acara dialog Lintas Milenial di Gedung Catur Prasetya Polres Bangka Barat, Jumat ( 8/2/2018 )

Narasumber yang dihadirkan dalam dialog ini, Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Andi Haloho, Kasat Lantas AKP Toni Susanto, Guru BK ( Bimbingan Konseling ) dari SMK Bina Karya, Haki dari Jasa Raharja dan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan ( PGK ) Bangka Barat.

Peserta dalam dialog ini para pelajar se - Kabupaten Bangka Barat, khususnya pelajar sekolah menengah atas/sederajat, di wakili Ketua OSIS dan PKS ( Patroli Keamanan Sekolah ) serta guru BK ( Bimbingan dan Konseling ).

Topik yang diusung, yakni, perilaku generasi milenial yang berhubungan dengan keamanan dan disipilin dalam berlalulintas, jasa raharja dan lain - lain berhubungan dengan tertib berlalu lintas.

Menurut Kasat Lantas AKP Toni Susanto, tujuan dialog ini salah satunya, ingin mengetahui pola dan tingkah laku kalangan milenial dalam berinteraksi dan bergaul serta berlalu lintas.

" Kita kepingin tau apa permasalahan yang terjadi di usia generasi milenial. Banyak terjadi pelanggaran, cenderung melakukan hal negatif, malas tetapi pengen cepat," ujar Kasat Lantas.

AKP Toni Susanto menjelaskan, angka kecelakaan di Kabupaten Bangka Barat sepanjang tahun 2018 yaitu sebanyak 64 kasus dengan rincian, 31orang meninggal dunia, 42 orang luka berat dan 38 orang luka ringan.

" Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah bagi buat kami.Memang yang namanya maut, jodoh ditangan Allah, tapi kalau bisa kita minimalisir kecelakaan tersebut.Cukup saja kecelakaan jangan ditambah lagi. Kalau bisa sampai dengan berakhirnya tahun 2019," ucapnya.

Penyebab kecelakaan menurut dia, karena anak - anak sekolah yang belum mempunyai SIM sudah mengendarai sepeda motor. Kalau di kota - kota besar , permasalah tersebut solusinya dapat ditemukan dengan mudah, salah satunya dengan memberdayakan jasa ojek on line untuk mengantar jemput anak sekolah.

Namun untuk kota kecil seperti Muntok, kata dia, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan minimal harus menyediakan bis sekolah guna mengantisipasi anak - anak sekolah agar tidak mengendarai sepeda motor.

" Namun disini kami akan coba lagi bicara dengan Dinas Perhubungan, ( Disperhub Kabupaten Bangka Barat, red ) minimal memberi bantuan bis anak sekolah," ujarnya.

Kabag Ops Kompol Andi Haloho mengungkapkan hal yang tidak jauh berbeda. Menurut dia, di seluruh dunia, setiap hari 80 orang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

Untuk Indonesia sendiri, sebanyak 5,6 persen angka kecelakaan didominasi kaum muda.

" Kenapa kegiatan ini mereka kita ajak, kita ingin memberikan pancing kepada mereka supaya mereka hidup lebih lama. Paling tidak kita bisa bahagia kita bisa bersama - sama dan kita bisa lebih baik ke depan," sambungnya. (*)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved