Sekda Babel Sebut Hoax Kebiadaban Baru yang Harus Diperangi Insan Pers

Hoax itu kebiadaban baru, jurnalis dan media punya peran memerangi ini, jangan sampai terlibat atau memproduksi. Media punya peran

Sekda Babel Sebut Hoax Kebiadaban Baru yang Harus Diperangi Insan Pers
Bangka Pos/Krisyanidayati
Sekda Babel, Yan Megawandi. 

"Kaau dulu kelemahan kita referensi harus ke perpustakaan, misalnya tambang kalau dulu cari dulu buku tentang tambang di perpustakaan.

Sekarang itu dengan ngetik beberapa kata latar belakang yang ingin kita tulis dan pendalaman dan kita lakukan kemungkinan mengembangkan diri dengan teknologi luar biasa cuma konstrin di waktu," katanya.

Ditengah arus kecepatan yang tak terbendung dan informasi yang tumpah ruah, satu hal yang tak perlu hilang dari seorang jurnalis ialah rasa ingin tahu yang terus menerus.

"Media akan terus berkembang rumusnya, bidang minat yang bersama pada banyak hal, berpihak pada publik, dan paling kepo jurus maut yang harus dimiliki jurnalis, ketika kehilangan itu selesai sudah, karena hal yang paling tragis bagi Jurnalis ialah berhenti bertanya dan berhenti ingin tahu, ketika dia berhenti artinya menemukan jawaban dan mungkin itu dia berpindah ke profesi lain," katanya.

Yan menilai, pers ini mitra bagi pemerintah, tak jarang kritik dan saran yang tumbuh dari pers menjadi salah satu upaya bersama untuk membangun daerah.

"Kalau kita tidak dikritik kita sering lupa bahwa kita belum optimal sebenarnya, belum sempurna dari. Media memberikan alternatif sudut pandang lain dan ini saling  melengkapi sebagai upaya kita menjadikan sesuatu lebih utuh, saling melengkapi jadi lebih bagus walaupun semua sudut tidak bisa diterima," ujarnya.

Tak dipungkirinya, pemerintah memiliki keterbatasan dalam melihat fakta dilapangan.

'Mungkin kami memiliki keterbatasan waktu sarana dan prasana kami tidak bisa menemukan fakta langsung tapi teman-teman media bertemu dengan fakta itu secara real di lapangan, ini bisa menyelesaikan masalah secara komprehensif ada hal yang tidak bisa kami lihat secara langsung tapi akan saling melengkapi ketika itu disampaikan Media," ujarnya.

Tak ditampikanya, dirinya kadang juga kesal pada situasi tertentu menghadapi insan pers, apalagi ditengah waktu dan kesibukannya harus dijalani.

Namun, baginya media adalah perpanjangan tangan masyarakat untuk mendapatakan informasi dan harus dijawab terlepas jawabannya memuaskan atau tidak.

Halaman
123
Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved