Peringati HUT ke 18 BPOM Pangkalpinang Ajak Semua Pihak Sinergi Awasi Obat dan Makanan

Di umur ke 18 BPOM tidak bisa melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan tanpa dukungan dari

Peringati HUT ke 18 BPOM Pangkalpinang Ajak Semua Pihak Sinergi Awasi Obat dan Makanan
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala BPOM Pangkalpinang, Hermanto menyerahkan potongan tumpeng kepada Wali Kota Pangkalpinang, Maulana Aklil dalam peringatan HUT BPOM di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Minggu (10/1/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Memperingati HUT Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke 18, BPOM Pangkalpinang berupaya meningkatkan sinergisitas bersama untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap produk obat dan makanan  yang beredar di Babel.

Kepala BPOM Pangkalpinang,  Hermanto menyebutkan di usia BPOM ke 18 yang jatuh pada 31 Januari lalu memang masih terbilang relatif muda,

namun diyakini dengan kerjasama semua pihak akan mewujudkan pangan dan obat yang aman bagi masyarakat.

"Di umur ke 18 BPOM tidak bisa melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan tanpa dukungan dari pemerintah dan lintas sektor.

Pengawasan ke sarana produksi UMKM dalam rangka memberikan pembinaan dan pendampingam agar produk UMKM dapat memperoleh izin edar, dan dapat bersaing di Babel maupun domestik hingga internasional," kata Hermanto dalam sambutannya.

Pihaknya melakukan pengawasan, pembinaan dan sosialisasi kepada sarana distribusi obat dan makanan yang menjual  kosmetik, jamu, obat tradisonal, sidak di hari besar keagamaan, penyuluhan bagi kelompok masyarakat.

"Banyak yang kita lakukan bersama untuk memberikan keamanan pangan dan terima kasih sinergi yang sudah kita capai bersama," katanya.

Dengan terbitnya instruksi presiden nomor 3 tahun 2017 tentang pengawasan obat dan makanan dan permendagri nomor 41 tahun 2018 tentang peningkatan koordinasi pengawasan obat dan makanan di daerah.

"Kami telah membentuk tim koordinasi pengawasan obat dan makanan, dukungan dari semua pihak dari dunia pendidikan, pemerintah daerah, melakukan pengawasan obat dan makanan,

karena ini menajdi prioritas nasional kasus penyalahgunaan obat berbahaya, obat legal tapi disalahgunakan oleh masyarakat," katanya.

Hal ini untuk menghindari dan mengantisipasi penyalahgunaan obat terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)



Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved