VIDEO: Pakan Ikan Mandiri Solusi Atasi Biaya Produksi Budidaya Ikan

Para petani pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini banyak menggunakan pelet atau pakan ikan

BANGKAPOS.COM -- Para petani pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini banyak menggunakan pellet atau pakan ikan mandiri sebagai salah satu solusi mengatasi mahalnya harga pellet ikan pabrikan, bahkan saat ini harga pellet pabrikan tidak stabil cenderung mengalami kenaikan.

Salah satu usaha pabrik mini pakan ikan mandiri seperti yang dilakukan Koperasi Mina Karya UPP Perikanan Budidaya Kabupaten Bangka di Pokdakan Citra Mina Mandiri Desa Cut Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka sejak setahun lalu sudah memproduksi pakan ikan mandiri.

"Pellet atau pakan ikan mandiri merupakan pakan ikan yang dibuat sendiri atau secara berkelompok dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang ada di daerah tersebut supaya biaya produksi lebih murah," kata Mohamad Rozi, Wakil Ketua Koperasi Mina Karya kepada Bangkapos.com, Minggu (10/02/2019).

Diungkapkannya, bahan baku utama dalam.pembuatan pellet/pakan ikan mandiri yakni ikan rucah, dedak, sagu, ampas ubi, minyak goreng bekas, bungkil kedelai, bungkil sawit, vitamin, mineral dan lain-lainnya.

"Bahan baku yang penting harus mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral yang dibutuhkan tubuh ikan supaya cepat tumbuh besar," jelasnya.

Ditambahkannya, biaya produksi pakan ikan mandiri saat ini sekitar Rp 6.000 per kg, namun bila untuk dijual lagi sekitar Rp 7.000-8.000 per kg.

"Harga pellet pabrikan yang kualitas bagus atau protein tinggi di toko sekitar Rp 11.000-12.000 per kg, sehingga dengan pakan mandiri kita bisa menghemat Rp 4.000-6.000 per kg dengan kualitas protein yang sama yakni di atas 30 persen," jelasnya.

(BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved