Bahaya Gendong Bayi Sambil Diayun, Bisa Menyebabkan Lumpuh Hingga Berujung Kematian

Salah satu bahaya menggendong bayi dengan cara mengayun adalah shaken baby syndrome.

Bahaya Gendong Bayi Sambil Diayun, Bisa Menyebabkan Lumpuh Hingga Berujung Kematian
grid.id
Salah satu bahaya menggendong bayi dengan cara mengayun adalah shaken baby syndrome. 

BANGKAPOS.COM - Menggendong bayi dengan cara mengayun seolah menjadi kebiasaan orang Indonesia.

Terutama, ketika hendak menidurkan, atau sekadar menenangkannya kala rewel.

Tetap, ternyata ada bahaya di balik cara menggendong bayi dengan cara mengayun.

Salah satu bahaya menggendong bayi dengan cara mengayun adalah shaken baby syndrome.

Dilansir TribunStyle.com dari klikdokter.com, shaken baby syndrome disebut juga sebagai abusive head trauma.

7 Makanan yang Harus Dikonsumsi Ibu Hamil Untuk Mendapatkan Bayi Cerdas

Yakni, cedera otak yang disebabkan guncangan hebat di kepala.

Ketika bayi mengalami guncangan, otak mengalami pergeseran dan membentur tulang tengkorak, sehingga terjadi robekan saraf dan pembuluh darah yang berakibat pada pendarahan otak.

Bahaya gendong bayi sambil diayun. (klikdokter.com)
Sindrom ini paling sering terjadi pada anak di bawah usia 2 tahun.

Dikarenakan, ukuran kepala mereka masih cenderung lebih besar dibanding tubuhnya.

Masalah serius yang ditimbulkan dari shaken baby syndrome di antaranya kerusakan otak, pendarahan otak, hingga mata, kebutaan, kelumpuhan, epilepsi/kejang, hingga kematian.

Kronologi dan 5 Fakta Video Viral-Siswa SMP Kedapatan Merokok dan Tantang Gurunya Berkelahi

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved