Dekati Ekspedisi Hingga Minta UMKM Inovasi Kemasan Agar UMKM Tak Gulung Tikar

Elviyena menyebutkan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan expedisi untuk memberikan diskon bagi UMKM yang ingin mengirimkan barang.

Dekati Ekspedisi Hingga Minta UMKM Inovasi Kemasan Agar UMKM Tak Gulung Tikar
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Ilustrasi konsumen mengirimkan barang melalui jasa JNE Tanjungpandan, Kamis (17/1/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Elviyena mengatakan pihaknya melakukan berbagai upaya agar pelaku UMKM di Babel tetap bertahan meski ada peningkatakan harga cargo, bagasi berbayar dan harga tiket yang mahal.

Elviyena menyebutkan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan expedisi untuk memberikan diskon bagi UMKM yang ingin mengirimkan barang.

Buntut Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar, 5 Pelaku UMKM Rumahkan Karyawan

"Kita sudah pendekatan dengan ekspedisi pengiriman, yang sudah ini JNE, kita minta untuk memberikan diskon khusus bagi UMKM ini, nanti baru jasa pengiriman lainya," kata Elviyena, Senin (11/2/2019).

Disinggung soal besaran diskon yang akan diberikan, ia menyebutkan hal ini masih dalam pembahasan yang nantinya akan dituangkan dalam Memorandum of understanding (MoU).

"Kita enggak tinggal diam, ini terjadi secara nasional. Kemarin JNE sudah respon ini kita akan MoU kan berapa besaran diskonnya," sebutnya.

Tak hanya itu, dirinya juga mengajak pelaku usaha untuk melakukan inovasi dalam kemasan dan bentuk produk dengan memanfaatkan teknologi.

"Kalau biasanya kita kirim jeruk kunci itu sama airnya, gimana caranya oleh-oleh nantinya hanya bentuk bubuk tanpa mengurangi rasa tapi bisa mudah dibawa, jadi orang enggak mikir bawa nya apalagi bagasi berbayar sekarang," sebutnya.

Selain itu, dirinya juga mendorong UMKM untuk mulai memanfaatkan jalur laut dalam mendistribusikan barangnya. Namun, diakuinya untuk makanan memang harus yang tahan lama.

"Dengan beberapa upaya yang kita lakukan dapat menyelamatkan UMKM yang ada di Babel saat ini, terlebih sekarang ini jumlah wisatawan yang datang ke Babel sudah mulai berkurang akibat dampak tiket mahal dan bagasi berbayar," katanya.

(BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved