Wagub Tegaskan Jadi Honorer Jangan Terpaksa Daripada Menganggur Tapi Harus Begini

Sekecil apapun peluang dan potensi kalau jiwanya sudah tergugah maka ini bisa menjadi peluang. Melalui potensi yang ada

Wagub Tegaskan Jadi Honorer Jangan Terpaksa Daripada Menganggur Tapi Harus Begini
Bangka Pos/Krisyanidayati
Ratusan tenaga kontrak atau honorer di lingkungan pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan UMKM Babel, di ruang rapat Pasir Padi, Senin (11/2/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah mengapresiasi kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi tenaga kontrak atau honorer di lingkungan pemprov Babel, yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM Babel, di ruang Pasir Padi, Senin (11/2/2019).

Fatah menyebutkan, ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan bagi tenaga honorer untuk membangun jiwa berwirausaha sehingga nantinya mampu membantu perekonomian.

Fatah menyebutkan, dengan jumlah tenaga kontrak di Babel yang mencapai 3000 an lebih, sayang jika potensinya tidak dikembangkan.

"Dengan bantuan teknologi saat ini, kita bisa bekerja dan melakukan kegiatan yang tidak mengganggu pekerjaan kita, perdagangan bisa melakukan transaksi online asalkan jiwa dan semangat ini sudah terbangun," kata Fatah saat membuka acara.

Ia menyebutkan, para honorer harus memanfaatkan kesempatan pelatihan ini untuk melakukan inovasi dan meningkatkan kreativitas sehingga bisa berwirausaha.

"Sekecil apapun peluang dan potensi kalau jiwanya sudah tergugah maka ini bisa menjadi peluang.

Melalui potensi yang ada dilingkungan ambil dan jadikan itu suatu kesempatan, jiwa dan semangatnya dulu dibangun, tingkat kreativitas juga akan tumbuh. Jangan malas mencoba, kalau belum berhasil coba lagi," pesannya.

Menurutnya, jika memang belum memiliki ide, maka mulai mengenal ketertarikan dan minat masing-masing individu.

Sehingga, nanti tinggal diarahkan saja.

"Misalnya diawali dengan jual kue, jual kacang rebus memang jelek kedengarannya. Tapi ini lama-lama akan bagus.

Saya ambil contoh ada anak kelas 1 SMP dibantu orangtuanya dia punya sepatu udah enggak bagus dan enggak terpakai orang tua nya ajarkan coba disemir, kemudian ditawarkan dalam situs penjualan online dan ini laku. Inilah yang namanya proses," sebut Fatah.

Fatah mewanti-wanti agar para honorer hanya sekedar datang dan duduk saja, tidak produktif dan kreatif.

"Ada banyak diantara kita yang jadi honorer bukan pilihan tapi keterpaksaan daripada menganggur, kita lakukan pekerjaan jangan hanya datang, duduk, diam dan pulang, jangan terbelenggu, mari inovasi.

Kalian ini generasi muda, berpikirlah maju dan manfaatkan teknologi, ikuti kegiatan ini memiliki nilai tambah dalam jiwa saudara menambah juga bisa menambah nilai pendapatan," sebutnya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved