Kadisperindag Babel Sebut Belum Keluarkan Izin Perdagangan Mineral Ikutan

Sunardi menyebutkan pihaknya belum mengeluarkan aturan perdagangan mineral ikutan.

Kadisperindag Babel Sebut Belum Keluarkan Izin Perdagangan Mineral Ikutan
Bangka Pos / Krisyanidayati
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel, Sunardi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sunardi menyebutkan pihaknya belum mengeluarkan aturan perdagangan mineral ikutan.

Sunardi mengatakan, meskipun perda tentang mineral ikutan telah disahkan oleh DPRD Babel, namun pihaknya masih menunggu peraturan Gubernur (Pergub) untuk lalu lintas mineral ikutan. Saat ini, pergub masih dibahas bersama instansi terkait seperti ESDM.

"Sampai sejauh ini kami belum mengeluarkan perizinan apapun soal perdagangan mineral ikutan baik antar pulau maupun ekspor. Perdanya memang sudah ada, tapi turunannya Pergub kan belum ada," kata Sunardi, Senin (11/2).

Ia menyebutkan, pihaknya mengacu pada aturan dalam perdagangan, misalnya untuk perdagangan timah telah diatur dalam pergub nomor 45 tahun 2016, namun dalam pergub ini hanya untuk timah batangan

"Pergub itu hanya untuk timah batangan, tidak disebutkan tentang mineral ikutan. Adanya pergub ini dulu untuk menghindari penyimpangan dalam rangka perdagangan timah dan jenis lainnya yang tidak ada daerah pertambangan," jelasnya.

Sunardi menegaskan, apabila sudah ada Pergub dan rincian mengenai transaksi perdagangan antar pulau, pihaknya baru mengeluarkan izin perdagangan.

"Teknisnya ada di pertambangan, tetapi untuk transaksi perdagangan mineral ikutan kami mengacu lada Permendag, cuma dalam rangka pengawasan, kalau untuk ekspor kami mengeluarkan surat keterangan asal (SKA) tetapi untuk timah," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu pergub dari perda mineral ikutan, sehingga nantinya bisa dicocokkan dalam permendag untuk aturan izin perdagangannya.

"Dengan adanya perda yang baru, nanti kita perbaharui perdagangan mineral dan timah batangan, sejauh ini kami hanya kelola timah batangan," ulasnya.

Ia menyebutkan, untuk mineral ikutan ini pihaknya mendorong tumbuhnya industri hilirisasi sehingga pengolahan pemurnian dilakukan Babel.

"Kita maunya agar ada produk jadi yang dikirim keluar, bukan hanya barang mentah melulu. Perda ini mendorong izin pemurnian di Babel, kalau ini terwujud bisa memberikan dampak ekonomi, seperti tenaga kerja," ujarnya.

Disinggung beberapa waktu lalu, ada mineral ikutan yang dibawa ke luar pulau dan diperdagangkan, dirinya juga heran.

"Kami tidak ada mengeluarkan izin apapun, kita juga heran kenapa ini bisa keluar," sebutnya.

(BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved