Petani Sawit di Muntok Sebut Sulit Bertani Mengandalkan Pupuk Subsidi, Ini Sebabnya

Petani sawit di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Amen (45) mengatakan cukup sulit mendapatkan pupuk subsidi di wilayahnya.

Petani Sawit di Muntok Sebut Sulit Bertani Mengandalkan Pupuk Subsidi, Ini Sebabnya
foto/Oma Kisma
Kebun sawit milik warga Desa Air Putih usai panen, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, 

BANGKAPOS.COM -- Petani sawit di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Amen (45) mengatakan cukup sulit mendapatkan pupuk subsidi di wilayahnya.

Padahal menurutnya pembagian pupuk ini sudah berdasarkan kelompok, itu pun masih ada yang tidak menerima karena harus berbagai dengan anggota lainnya.

"Sulit kalau mengandalkan pupuk subsidi untuk pertanian, mungkin jumlahnya yg ankurang tapi entahlah, karena kami para petani ini sering tidak kebagian," ungkap Amen

Amen mengungkapkan harga pupuk subsidi di kelompoknya dijual bervariasi, UREA misalnya Rp 110 ribu per karung, ZA Rp 90 ribu per karung, POSKA Rp 125 ribu per karung.

"Pupuk subsidi ini kan terbatas, misalnya pembagian setiap anggota kelompok yang mendapatkannya, biasanya cara untuk menambahnya beli pupuk non-subsisi, harganya bisa dua kali lipat dari subsisi, mau tidak maulah beli untuk pertumbuhan sawit kita," ungkap Amen

Dia menilai bertani sekarang cukup sulit, selain mendapatkan pupuk, harga jual hasil pertanian tidak menentu, lebih sering membuat petani resah.

Akhir tahun kemarin misalnya, harga Tandan Buah Segar ( TBS) Rp 400 - Rp 500 ditingkat petani, belum lagi ditambah menjual hasil perkebunan yang sulit, artinya kalau di hitung-hitung petani tidak pernah untung.

"Petani ini harusnya benar-banar diperhatikan, kalau untuk sawit ini harga jual harus diperhatikan, bila perlu pabrik sawit ditambah," harap Amen 

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved