Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Bangka Belitung Masih Tinggi, Bentuk Tim Penanganan Keselamatan

Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan Provinsi Babel, Marhamzah menyebutkan kecelakaan lalu lintas di Babel masih cukup tinggi

Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Bangka Belitung Masih Tinggi, Bentuk Tim Penanganan Keselamatan
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Rapat Kunjungan Kerja di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Bangka Belitung, Rabu (13/2/2019) 

BANGKAPOS.COM - Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan Provinsi Babel, Marhamzah menyebutkan kecelakaan lalu lintas di Provinsi Bangka Belitung masih cukup tinggi.

Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Kunjungan Kerja Tim Kemenko Polhukam dalam Rangka Monitoring dan Supervisi Terkait Penanganan Permasalahan Keamanan dan Keselamatan Transportasi Publik di Babel, di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur. Rabu, (13/2/2019).

Marhamzah menyebutkan pada tahun 2017 jumlah korban yang meninggal dunia adalah 157 orang, luka berat sebanyak 139 orang dan yang mengalami luka ringan sebanyak 147 orang. Sedangkan untuk tahun 2018 masih dalam proses penghitungan.

Karo Ops Kombes Pol Sihar Matogu Manurung juga membenarkan hal tersebut. Ia juga menyampaikan jika kecelakaan lalu lintas merupakan penyakit yang tidak menular namun sangat mematikan manusia dengan sangat cepat.

"Faktor penyebabnya adalah faktor manusia itu sendiri, faktor geografis tempat tinggal, jalan yang mulus dan tidak ada penerangan, serta kesadaran masyarakat dalam keselamatan masih kurang," ucap Manurung.

Lebih lanjut Manurung menyampaikan sosialisasi-sosialisasi sudah dilakukan. Baik di sekolah-sekolah, rumah-rumah ibadah serta instansi pemerintahan. Pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait seperti dinas perhubungan.

Dalam rapat, Manurung menyampaikan kegiatan Millenial Road Safety Festival merupakan suatu contoh kegiatan yang sangat bermanfaat bagi generasi muda untuk mengetahui dan menjaga keamanan serta keselamatan dalam berlalu lintas.

Rapat kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi, Bambang Sugeng, Dinas Perhubungan, BMKG, Bea Cukai, Polair, POLDA Babel, ASDP, Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan, Karantina Pertanian, KSOP Mentok dan instansi terkait.

Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi, Bambang Sugeng memberikan beberapa rekomendasi dan usulan agar permasalahan keselamatan transportasi publik dapat ditekan.

Rekomendasi tersebut adalah meminta Pemprov Babel untuk segera membentuk tim terpadu penanganan keselamatan transportasi.

Ketika tim terpadu telah dibentuk maka diharapkan dapat meningkatkan upaya keselamatan dan keamanan transportasi darat, laut maupun udara baik dalam bidang SDM, sarana maupun prasarana darat, laut serta udara.

Tim terpadu diharap dapat meningkatkan pengawasan transportasi laut, kelayakan kapal, pelabuhan termasuk pelabuhan rakyat.

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved