Berita PT Timah

APDESI Bangka Harap PT Timah Tbk Bisa Mengkoordinir Tambang Rakyat Agar Legal

masih ada banyak permasalahan seperti masyarakat desa yang ingin melakukan penambangan dianggap ilegal mining

APDESI Bangka Harap PT Timah Tbk Bisa Mengkoordinir Tambang Rakyat Agar Legal
Bangkapos/Nurhayati
Kegiatan temu wicara PT Timah Tbk dengan para kepala desa untuk harmonisasi pemberdayaan masyarakat melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) yang digagaskan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka, Rabu (13/2/2019) di Gedung Serbaguna Learning PT Timah Pemali. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Plt Ketua APDESI Kabupaten Bangka Yusni Thamrin  mengakui keberadaan PT Timah Tbk sebagai perusahaan pertambangan di Kabupaten Bangka memberikan kontribusi untuk daerah.

Apalagi perusahaan pertambangan ini sudah ada sejak masa penjajahan kolonial Belanda hingga saat ini.

Namun diungkapkannya masih ada banyak permasalahan seperti masyarakat desa yang ingin melakukan penambangan dianggap ilegal mining.

Untuk itu ia berharap PT Timah Tbk bisa mengkoordinir penambangan rakyat tersebut agar bisa legal.

"Tiba-tiba ada aparat merazia kabur kemana-mana, jadi merasa masih tidak aman. Salah satunya adalah memang belum ada kewilayahan penambangan khusus untuk masyarakat atau rakyat ini yang perlu perhatian PT Timah," ungkap Yusni pada temu wicara PT Timah Tbk dengan para kepala desa untuk harmonisasi pemberdayaan masyarakat melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) yang digagaskan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka, Rabu (13/2/2019) di Gedung Serbaguna Learning PT Timah Pemali.

Selain itu hasil penambangan berupa balok timah pihaknya berharap tidak hanya di ekspor ke luar negeri saja tetapi produk penambangan timah bisa menjadi produk yang bernilai jual tinggi. 

Oleh karena itu PT Timah Tbk bisa mengajak masyarakat dalam pembuatan produk dari olahan hasil timah tersebut seperti kerajinan.

"Banyak juga warga masyarakat desa yang ada di Kabupaten Bangka ini memilili skill tetapi belum bisa diberdayakan karena memang kita arahnya belum kesana," kata Yusni.

Dia juga menyoroti efek penambangan timah dimana adanya dampak kerusakan terhadap lingkungan.

Yusni menyarankan ada program pelestarian alam atau go green yang dilakukan PT Timah Tbk bisa bekerjasama dengan pemerintah desa. Pasalnya ada beberapa desa yang membuat pupuk kompos.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved