Bahas Rencana Sektor Perikanan 2020, Kadis DKP Sebut Perikanan Harus Mendorong Pariwisata

Dalam sektor DKP pengembangan yang bisa dilakukan untuk mendorong pariwisata diantaranya, wisata bahar dan eco tourism.

Bahas Rencana Sektor Perikanan 2020, Kadis DKP Sebut Perikanan Harus Mendorong Pariwisata
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Sinkronisasi Program dan kegiatan dengan kabupaten/kota (APBN/DAK) Tahun 2019, di Hotel Syahid, Rabu (13/2/2019). 

BANGKAPOS.COM - Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Sinkronisasi Program dan kegiatan dengan kabupaten/kota (APBN/DAK) 2019, di Hotel Syahid, Rabu (13/2/2019).

Kegiatan ini dihadiri Dinas Kelautan kabupaten/kota se Babel untuk membahas perencanaan kegiatan dan usulan dalam sektor perikanan yang akan dilaksanakan pada tahun 2020.

Kepala DKP Babel, Dasminto mengatakan dalam perencanaan ini harus disesuaikan dengan visi dan misi Gubernur Babel dalam sektor perikanan harus bermuara mendorong pariwisata.

"Dari visi misi pak gubernur dalam RKPD 2020 kita di point tentang pembangunan kebaharian. Tahun 2020 arahan pak gub seluruh program dan kegiatan harus bisa mensupport pengembangan dan mendukung pariwisata di babel apapun sektor menuju 1 titik pengembangan pariwisata," kata Dasminto.

Ia menyebutkan, dalam sektor DKP pengembangan yang bisa dilakukan untuk mendorong pariwisata diantaranya, wisata bahar dan eco tourism.

"Perencanaan kita harus mengacu pada itu, untuk eco tourism pengembangan kawasan konservasi pesisir dan laut," sebutnya.

Tak hanya itu, perencanaan juga harus dibarengi dengan beberapa strategi, diantaranya mengembangakan standarisasi SDM bidang kelautan perikanan, strategi meningkatkan produksi dam produktivitas.

"DKP Babel akan berbenah diri untuk mengekeskusi perencaan yang telah ditentukan yang ada di masing dinas, untuk tahun 2020 target gruop sektor perikanan yaitu nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah hasil perikanan untuk meningkatkan income dan meningaktkan stok dan produksi," ujarnya.

Tak kalah penting, dalam penyusunan perencanaan diperlukan data yang valid sehinggan usulan yang akan dirumuskan dalam perencanaan akan berjalan secara normal.

"Dalam.perencanaan diperlukan dukungan data yang valid, pendataan yang baik pertama terkait perikanan tangkap, baik nelayan, alat tangkap, perahu, termasuk untuk pembudidaya ikan jumlah produksi, jenis sama juga dengan pengolahan hasil perikanan," katanya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved