Ini Upaya Pemkot Terkait Pengelolaan Parkir dan Aset Ruko di Pangkalpinang

Masalah terkait sektor perparkiran dan aset, khususnya rumah toko (ruko) milik Pemkot Pangkalpinang, ditargetkan beres pada 2019 ini.

Ini Upaya Pemkot Terkait Pengelolaan Parkir dan Aset Ruko di Pangkalpinang
bangkapos/dedi q
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Masalah terkait sektor perparkiran dan aset, khususnya rumah toko (ruko) milik Pemkot Pangkalpinang, ditargetkan beres pada 2019 ini.

Demikian disampaikan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) saat dikonfirmasi mengenai perkembangan upaya pihaknya menangani dua hal ini.

Mantan birokrat di Sumatera Selatan itu mengatakan, pihaknya memerlukan banyak waktu untuk membereskan persoalan-persoalan di sana. Bangka Pos sebelumnya memberitakan temuan sejumlah hal pada sektor perparkiran dan pengelolaan ruko tersebut pada suatu liputan khusus.

Pengelolaan perparkiran misalnya diduga rawan kebocoran dan pungutan liar. Sementara itu, meskipun disangkal oleh Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Pangkalpinang, Bangka Pos menemukan adanya praktik pijat plus-plus yang menyewa ruko--yang merupakan aset Pemkot Pangkalpinang di Jalan Koba.

Untuk perpakiran, menurut Molen, pengelolaannya masih perlu ditata dan diatur dengan dasar hukum yang jelas.

"Untuk parkir, setelah kami kaji, ini perlu diatur berdasarkan peraturan yang ada. Misalnya pengelolaan lelang (parkir) dan segala macamnya tu harus dibuat dasar hukumnya, biar di kemudian hari tidak salah. Karena itu, ini butuh waktu dan proses" kata Molen ditemui Bangka Pos di ruang kerjanya, Rabu (13/2/2019).

Karena dasar hukumnya tengah dirancang, Molen mengatakan, pihaknya belum bisa terlalu banyak bicara soal penataan perparkiran di Pangkalpinang ke depan. Karena dasar hukum ini pula, ia sempat membatalkan pemenang lelang parkir khusus tahun 2019 beberapa waktu lalu.

"Tetapi yang pasti ini akan kami tata di 2019 ini juga. Mungkin beberapa bulan ke depan. Kami tidak mau di kemudian hari ini jadi permasalahan, jadi harus benar-benar teliti dan jeli sesuai aturan yang berlaku," katanya.

"Itu termasuk soal lelang parkir khusus kemarin, karena apa, karena aturannya belum jelas. Ini perlu biar nanti-nanti kawan-kawan di lapangan tidak terkena masalah hukum di kemudian hari. Jadi biar jelas dululah aturan, dasar hukumnya," ucap Molen lagi.

Sementara pengelolaan ruko, Molen mengatakan, pihaknya saat ini masih menginventarisasi seluruh aset milik Pemkot Pangkalpinang. Inventarisasi tersebut mencakup jumlah aset dan pola pengelolaannya.

Terkait ruko misalnya, Molen mengakui bahwa Pemkot berencana tidak akan memperpanjang sewa yang ada sekarang dan akan mengelolanya menjadi kawasan khusus kuliner halal.

"Setelah ini dinventarisisasi, kami akan evaluasi. Penyewanya akan kami sosialisasikan, untuk ruko itu, kami sampaikan itu tidak akan diperpanjang lagi sementara. Karena mungkin akan kami kaji ulang lagi besaran sewa dan segala macamnya. Saya targetkan persoalan aset ini klir di 2019. Pada 2020 tinggal optimalisasi pengelolaannya," beber dia.

(BANGKA POS / dedyqurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved