Masyarakat Sering Salah Persepsi, Dokter Spesialis Jelaskan Fase Berbahaya dari Demam Berdarah

Sang ayah menuturkan, bahwa putrinya diketahui terkena demam berdarah berawal dari demam tinggi selama 4 hari.

Masyarakat Sering Salah Persepsi, Dokter Spesialis Jelaskan Fase Berbahaya dari Demam Berdarah
ist
dr. Yasman, Sp.A

BANGKAPOS.COM--Seorang anak berusia 12 tahun terbaring lemah di ruang perawatan anak RSBT Pangkalpinang. Bocah tersebut ditemani sang ayah, Yanto (56). 

Berdasarkan hasil tes darah, anak perempuan tersebut menderita demam berdarah.

Sang ayah menuturkan, bahwa putrinya diketahui terkena demam berdarah berawal dari demam tinggi selama 4 hari. Kemudian memasuki hari kelima demamnya semakin tinggi, dan tiba-tiba turun.

Merasa khawatir Yanto membawa putrinya itu ke rumah sakit.

"Gejalanya itu kita tidak tahu, awalnya itu demam tinggi tapi tiba-tiba langsung turun drastis jadi karena khawatir kami bawa ke rumah sakit," ujar Yanto kepada bangkapos.com, Rabu (13/2/2019)

Dokter spesialis anak RSBT, dr. Yasman, Sp.A mengatakan masyarakat terkadang salah persepsi tentang penyakit demam berdarah.

Ia menjelaskan, fase penyakit ini dimulai dari hari pertama hingga ke-4  dengan demam tinggi, namun menurun pada hari ke-5. 

Dokter Yasman menuturkan, masyarakat terkadang mengira demam sudah sembuh. Padahal pada masa penurunan demam itu fase yang sangat berbahaya hingga berakibat fatal bila tidak ditangani dengan tepat.

"Terkadang masyarakat salah, demam panas pada hari pertama sudah dibawa ke rumah sakit, namun kalau sudah turun demamnya mereka senang, padahal itu fase beratnya", kata Yasman saat ditemui di ruang kerjanya.

Yasman menambahkan, gejala demam berdarah disebabkan nyamuk aedes aegypti yaitu panas, sakit kepala, mual/muntah dan bintik-bintik merah.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved