Operasi Katarak Gratis, Upaya Nyata Rudianto Tjen Turunkan Angka Kebutaan

Katarak menjadi penyebab kebutaan terbanyak di Indonesia yaitu sebanyak 81%.

Operasi Katarak Gratis, Upaya Nyata Rudianto Tjen Turunkan Angka Kebutaan
Bangkapos.com
Bersama pasien operasi katarak gratis di Rumah Sakit Kalbu Intan Medika, Pangkalpinang, Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM--Selesai sudah bakti sosial operasi katarak gratis yang diselenggarakan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bangka Belitung (Babel) Rudianto Tjen bersama PDI Perjuangan di Rumah Sakit Kalbu Intan Medika, Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Kegiatan ini pun menuai syukur dan doa dari berbagai pihak. Salah satunya dari pihak dokter Rumah Sakit Mata Cicendo yang ikut menangani pasien-pasien katarak pada baksos kali ini.

Dr. Fatrin Francisca (32), salah seorang dokter dari Cicendo yang ikut memuji Politisi PDI Perjuangan itu karena telah menggelar bakti sosial yang dinilai sangat dibutuhkan oleh warga Babel. Dengan sembuhnya katarak warga, akan memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warga Babel.

Operasi katarak juga merupakan salah satu jalan untuk membuat masyarakat lebih sejahtera karena dapat bekerja dengan baik tanpa ada gangguan penglihatan.

“Bagus sekali ya, bisa sangat berperan banyak tentunya masyarakat luas terutama di bangka belitung ini. Dari acara ini kualitas hidup pasien bisa lebih baik,” kata Fatrin.

Fatrin juga mendoakan agar Rudianto Tjen agar diberi kesehatan. Sehingga Rudi bisa terus memberikan kontribusinya untuk seluruh warga Babel.

“Semoga beliau (Rudianto Tjen) diberikan kesehatan dan semakin sukses kedepan, supaya bisa lebih membangun bangsa, dan memberikan lebih kontribusi untuk masyarakat khususnya di Bangka Belitung,” kata Fatrin mendoakan.

Katarak menjadi penyebab kebutaan terbanyak di Indonesia yaitu sebanyak 81%.

Berdasarkan data kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014 hingga 2016 di 15 provinsi dengan sasaran populasi usia 50 tahun ke atas. Prevalensi kebutaan mencapai 3% atau sekitar 6,4 juta orang.

Dari angka tersebut 1,3 juta di antaranya mengalami kebutaan berat yaitu tidak dapat melihat atau menghitung jari dalam jarak antara 3 meter. Sementara itu, 5,1 juta lainnya mengalami gangguan penglihatan sedang dan berat.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved