Bambang Patijaya: Sinergitas Pemerintah dan Pelaku Pariwisata Bisa Kembangkan Kepariwisataan

Saya pikir perlu suatu sentuhan dan manajemen lebih lanjut, sehingga kebijakan-kebijakan atau program

Bambang Patijaya: Sinergitas Pemerintah dan Pelaku Pariwisata Bisa Kembangkan Kepariwisataan
Bangkapos
FGD Pengembangan Kepariwisataan di Pangkalpinang, Rabu (13/2/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ketua Umum BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bangka Belitung (Babel) Bambang Patijaya mengemukakan sinergitas antara pemerintah daerah dan pelaku industri kepariwisataan salah satu syarat mengembangkan bisnis pariwisata.

Ia menjelaskan ada beberapa hal yang harus disampaikan, sebetulnya menurut amanat UUD Nomor 10 Tahun 2009 selain ada Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), itu ada juga BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah).

"Tetapi di Babel sampai sekarang belum ada. Saya tidak mengatakan ini suatu masalah, tetapi penyebab bahwa pemasaran di Babel belum terpadu semuanya masih parsial," ujar Bambang dalam FGD Pengembangan Kepariwisataan di Pangkalpinang, Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, memang semua berkompetisi selalu terdepan tetapi kok jalannya masing-masing.

"Saya pikir perlu suatu sentuhan dan manajemen lebih lanjut, sehingga kebijakan-kebijakan atau program-program dari setiap kabupaten di Babel lebih sinkron atau lebih melibatkan kami para pelaku pariwisatanya seperti PHRI, ASITA, dll," ia menuturkan.

Dijelaskan Bambang dalam menggelar event tahunan di Babel, pria yang akrab disapa BPJ itu juga menyatakan perlu pelibatan para pelaku industri dalam membahas satu event khususnya di dunia pariwisata.

"Undang kami 7-8 bulan sebelum acara, adakan rapat bahas event dimaksimalkan agar bisa mengajak wisatawan dari luar ke Babel, ciptakan tour ke kami, bawa wisatawan mancanegara dari luar, dan turis dari luar kita ajak mengelilingi destinasi di sini," sahutnya.

Kendati demikian, lanjut Bambang ini sekadar saran kami pelaku pariwisata mohon setiap ada kegiatan yang dilaksanakan dinas pariwisata bisa melibatkan para pelaku industri hotel dan restoran.

"Sehingga menjadi sebuah kolaborasi pemasaran terpadu, semua stakeholder terkait harus terlibat bikin tour guide pariwisata. Jadi bukan hanya satu kegiatan saja yang melaksanakan acara, tetapi impact atau manfaat terhadap industri yang ada," terang dia.

Sementara Sekda Babel Yan Megawandi pada kesempatan tersebut mengungkapkan jika melihat UUD kepariwisataan ada empat point, pertama intrevensi pembangunan pariwisata bagaimana membuat destinasi yang bagus, kedua bagaimana melakukan penjualan destinasinya melalui apa yang disebut pemasaran.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved