Dinas Sosial Pangkalpinang Kunjungi Asni Urus Pemberian Bantuan

Dinsos yang diwakili oleh Anggun Dabella Ningrum sebagai supervisor SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) langsung melakukan pendataan terhadap Asni.

Dinas Sosial Pangkalpinang Kunjungi Asni Urus Pemberian Bantuan
Bangkapos/Muhammad Rizki
Dinas Sosial Pangkalpinang mengunjungi Asni untuk pemberian bantuan 

BANGKAPOS.COM-- Menindaklanjuti permasalahan Asni, warga kurang mampu asal Pangkalpinang, Dinas Sosial didampingi Lurah dan RT setempat pada Kamis sore (14/2/2019), langsung mendatangi kediamannya, di kawasan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang.

Dinsos yang diwakili oleh Anggun Dabella Ningrum sebagai supervisor SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) langsung melakukan pendataan terhadap Asni.

Bela menjelaskan hal yang paling krusial yang dihadapi Asni saat ini adalah kebutuhan ekonomi dan pendidikan.

"Untuk masalah ekonomi, kami memiliki Bank Office yang bekerjasama langsung dengan Telkom. Yang akan langsung memberikan bantuan kepada Asni dalam waktu dekat ini," ujar bela ditemui usai mendata.

Bela menambahkan Asni sudah terdata di BDT (Basis Data Terpadu), dan sudah menjadi anggota BPNT (Bantuan Pemerintah Non Tunai).

Sehingga bantuan ekonomi untuk Asni akan segera diberikan.

Sedangkan untuk masalah pendidikan, Bela menambahkan kedua anak Asni yang bersekolah di sekolah negeri sebetulnya sudah memiliki KIP (Kartu Indonesia Pintar), namun belum melakukan pendataan ulang. Sehingga Dinas Sosial akan langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.

Sedangkan untuk anak Asni yang bersekolah di sekolah swasta, Dinas Sosial memerlukan surat rujukan dari sekolah, yang menandakan bahwa benar anak dari Asni belum membayar iuran sekolah selama satu tahun. Untuk seterusnya diteruskan ke Dinas Pendidikan.

Bela juga menjelaskan Asni yang mengaku sudah bercerai secara agama, namun secara hukum belum bercerai. Sehingga belum memiliki surat cerai.

Untuk masalah statu perceraian Asni, Bela mengatakan akan berupaya melakukan mediasi melalui LK3 (Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga). Namun sesuai persetujuan Asni terlebih dahulu.

"Jika Asni bersedia kita akan memfasilitasi mediasi antara Asni dan suaminya. Namun jika tidak, kami tidak bisa memaksa," ujar Bela.

Ditemui di tempat yang sama Lurah Air Mawar Anton Marjudah menambahkan, Asni termasuk satu di antara warganya yang menerima CSR dari smelter timah berupa beras 5 kg setiap bulannya.

Anton menambahkan jika kerjasama dengan Dinas Sosial akan terus dilanjutkan, diharapkan masalah seperti Asni bisa cepat teratasi.

"Sebenarnya kita juga punya data sendiri untuk warga yang kurang mampu. Jadi tidak harus menunggu data dari Dinsos. Tapi kita akan terus menjalin kerjasama dengan Dinsos agar masalah seperti ini segera terpecahkan," tutup Anton.

(BANGKAPOS/MUHAMMAD RIZKI)

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved