Kisah Pilu Pembuat Batubata Asni, Hidupi Tiga Anak dengan Penghasilan 35 Ribu Rupiah/hari

Wanita paruh baya ini biasa dibayar Rp 90 - Rp 100 rupiah dari satu bongkah batu bata yang ia cetak

Kisah Pilu Pembuat Batubata Asni, Hidupi Tiga Anak dengan Penghasilan 35 Ribu Rupiah/hari
Bangkapos
Asni dan salah seorang anaknya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pagi itu saat sang surya belum sempurna menampakkan keagungannya, di satu diantara rumah bantuan pemerintah atau biasa disebut rumah raskin. 

Asni (43) sudah mulai bersiap bekerja dan mengurusi keperluan anaknya untuk bersekolah.

Tepat pukul 05.30 si bungsu wahyu (13), yang masih menginjak bangku sekolah dasar sudah mulai berjalan kaki kurang lebih 4 KM dari rumahnya menuju sekolah.

Disusul oleh dua orang kakaknya si sulung Hermansyah (17) dan Wagi (15) putra ke dua Asni yang sudah hampir satu tahun belum membayar uang sekolah.

Padahal sebentar lagi ia akan UN.

Mereka sekeluarga langsung menjalankan aktifitas harian mereka tanpa sarapan.

Karena tadi malam mereka sudah makan, jadi terpaksa untuk pagi ini dan siang nanti mereka harus menahan rasa lapar mereka.

Makan sehari satu kali sudah biasa bagi mereka, bahkan seharian tidak makan pun bukan barang baru. 

Makan semalam juga jauh dari kata mewah, bahkan sederhana pun tidak. Hanya sepiring nasi putih berlaukan garam dan sedikit kecap manis.

Dengan mata berkaca-kaca Asni menjelaskan jika, pendapatannya sebagai pencetak batu bata tidak mencukupi untuk mereka berempat bisa 3 kali makan dalam sehari. 

Halaman
12
Penulis: Maggang (mg)
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved