Pakde Ditemukan Terbujur Kaku di Pondok Kebun Sawit di Desa Baskara Bakti

Ketika ditemukan, kondisi pondok kebun dalam terkunci, lalu didobrak dan melihat korban dalam keadaan sudah meninggal dunia dengan posisi terbaring.

Pakde Ditemukan Terbujur Kaku di Pondok Kebun Sawit di Desa Baskara Bakti
IST/Polsek Nameng
Warga Dusun Tanah Merah, Desa Baskara Bakti geger adanya temuan mayat seorang laki laki bernama Marno alias Pakde (55) warga Desa Baskara Bakti, pada Selasa (12/2/2019) malam, pukul 16.30 WIB di pondok kebun sawit dusun Tanah Merah. 

BANGKAPOS.COM--Warga Dusun Tanah Merah, Desa Baskara Bakti geger adanya temuan mayat laki laki bernama Marno alias Pakde (55) warga Desa Baskara Bakti, pada Selasa (12/2/2019) malam, pukul 16.30 WIB, di pondok kebun sawit dusun Tanah Merah.

Kapolsek Namang Ipda Deni Wahyudi, mengatakan berdasarkan keterangan, korban pertama kali di temuan oleh warga yang menyebutkan bahwa ada pekerja sawit meninggal dunia di dalam pondok sawi milik warga setempat.

"Sekitar pukul 16.15 wib warga yang datang ke pondok sawit dan melihat kaki korban dari bawah celah pintu. Kemudian dipanggil sebanyak 10 kali tetapi tidak ada jawaban, kemudian warga tersebut melaporkan ke pemilik kebun," ujar Kapolsek Ipda Deni Wahyudi, kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).

Ketika ditemukan, kondisi pondok kebun dalam terkunci, lalu didobrak dan melihat korban dalam keadaan sudah meninggal dunia dengan posisi terbaring.

"Untuk memastikan penyebab kematian korban, Polsek Namang bersama dengan Tim Identifikasi Polres Bangka Tengah melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap korban, dari hasil pemeriksaan tim identifikasi Polres Bangka Tengah dan Tim medis RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang," ungkapnya.

Berdasarkan hasil identifikasi bahwa disimpulkan korban meninggal karena sakit dan tidak ditemukan kekerasan benda tajam di tubuh korban.

"Korban mengalami penyakit pembesaran buah zakar kiri, kaku mayat di lengan kanan, bekas luka lama di kaki kiri dan kanan, selain itu diperkirakan kematian diatas tiga jam, lalu tidak ditemukan tanda tanda kekerasan baik benda tajam maupun benda tumpul," ujarnya.

Bekerja Sejak 2018

Berdasarkan keterangan pemilik kebun, korban pertama kali dikenal pada saat bekerja di Desa Kurau, saat itu korban bekerja di kebun sawit milik saudara Amir warga setempat tahun 2013.

Korban yang merupakan warga pendatang dan tidak memiliki kartu identitas diri serta tidak mempunyai kerabat keluarga di Bangka itu, lalu datang sendiri ke kebun sawit milik Pandi pada 2018 dan meminta kerja di sawit miliknya.

"Selama korban bekerja dengan Pandi korban tinggal di pondok sendirian. Pekerjaanya membersihkan rumput dan membantu memetik brondol sawit," sambungnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved