BPKP Serahkan Hasil Pengawasan, Pemprov Diminta Sinkronkan Program dan Perkuat Pengawasan Internal

Empat hal yang diawasi yakni memastikan akuntabilitas program eksternal maupun internal, peningkatan

BPKP Serahkan Hasil Pengawasan, Pemprov Diminta Sinkronkan Program dan Perkuat Pengawasan Internal
Bangka Pos/Krisyanidayati ?
Kepala BPKP Babel saat menyerahkan Laporan Hasil Pengawasan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung tahun 2018, di ruang rapat Pasir Padi, Jumat (15/2/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  Faisal mengatakan pihaknya hanya mengawasi empat fokus pengawalan dan pengawasan pada tahun 2018 di lingkungan Pemprov Babel.

Empat hal yang diawasi yakni memastikan akuntabilitas program eksternal maupun internal, peningkatan ruang fiskal, pengamanan aset, dan sistem governance.

Dijelaskannya, untuk akuntablitas program prioritas yakni keberlangsungan program-program strategis nasional yang ada di Babel dan kesesuaian program-program yang mendukung visi misi Gubernur.

"BPKP memastikan akuntabilitas program prioritas, misalnya KEK Tanjung Kelayang ini sesuai dengan timeline dan aturan enggak.

Kedua, program yang mendukung visi misi gubernur seperti penanganan stunting, perikanan, pariwisata, lada," katanya usai menyerahkan Penyampaian Laporan Hasil pengawasan BPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2018, di ruang rapat Pasir Padi, Jumat (15/2/2019).

Dijelaskannya, untuk peningkatan ruang fiskal yakni  mengoptimalkan sumber daya yang ada di daerah untuk mendorong Pendapatan Asli Daerah.

"Kalau pengamanan aset kegiatan refresif audit investigasi. Keempat, governance sistem bisnis proses yang dilakukan teman-teman di pemda sesuai dengan SOP yang berlaku," katanya.

Dari empat fokus pengawasan ini, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah penguatan internal.

"Penguatan sistem internal kontrol yang harus diperkuat, selain lebih efektif bisa menecegah tindak pidana korupsi," katanya.

"Kita merekomendasikan untuk mendorong penguatan internal, karena tujuan penguatan internal efektivitas kegiatan.

Ini akselerasi belum kenceng artinya keterkaitan antara sasaran, program, kegiatan belum sepenuhnya sinkron, Sakip nya masih B," sebutnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menilai masih belum sinkronnya program prioritas dengan dengan kegiatan yang dilakukan di tingkat OPD.

"Sakip B begitu merefleksikan, ada cas cading antara sasaran, tujuan, dan program itu harus inline, ketika mau mengurangi kemiskinan,

ini ada di bidang apa, kemudian kegiatan apa, ukurannya harus dibangun. Kita targetkan sistem pengendalian yang efektif agar keterpaduan anatra sasaran, program dan kegiatan," pesannya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved