Iswan Helmi Berikan Strategi Pencegahan Korupsi Bagi Pemprov Babel

Saya belum temukan kasus korupsi tanpa kolusi, kalau tersangka atau terdakwa tunggal itu aneh pasti lebih

Iswan Helmi Berikan Strategi Pencegahan Korupsi Bagi Pemprov Babel
Bangka Pos/Krisyanidayati
Deputi Kepala BPKP Bidang investigasi, Iswan Helmi saat foto bersama dengan seluruh OPD di Babel saat menjadi keynote speech tentang strategi pencegahan korupsi dihadapan ASN Pemprov Babel, di ruang Pasir Padi, Jumat (15/2/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Deputi Kepala BPKP Bidang investigasi, Iswan Helmi menyampaikan beberapa strategi dan upaya yang bisa dilakukan pemerintah daerah untuk mengantisipasi tindak pidana korupsi.

"Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan menangani masalah korupsi, ada perangkat yang harus di design dan dilaksanakan, misalnya mulai dari menginventarisir potensi dan permasalahan yang ada," katanya saat menjadi keynote speech tentang strategi pencegahan korupsi dihadapan ASN Pemprov Babel, di ruang Pasir Padi, Jumat (15/2/2019).

Dijelaskannya, dalam menyusun perencanaan inventarisir potensi  dan persoalan yang dimiliki miliki daerah. Setelah mengetahui hal itu, dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang optimal. 

Setelah itu dibuat sistem mekanisme yang paling teknis sehingga komitmen pencegahan antikorupsi dapat dilakukan secara maskimal dan dapat terdeteksi secara dini jika diketahui adanya penyimpangan.

"Kalau kita sudah tau ini bisa lebih konkret membangun untuk mencapai tujuan dengan potensi yang ada. Babel ini termasuk daerah yang muda, termasuk yang relatif gampang untuk membangun, tapi perlu komitmen semua pihak untuk memajukan daerah yang sejahtera. Tanpa komitmen itu susah," katanya.

Selain itu, tak kalah pentingnya ialah memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), penerapan SOP yang tujuannya agar laporan tepat waktu dan akurat, mencapai tujuan yang efektif, efisien, dan mendoorng keataan peraturan yang berlaku.

"Tantangan BPKP ialah bagaimana bisa mensosialisasikan membimbing penyelenggaran SPIP, kuat lemahnya SPIP berkaitan  dengan Opini.

Opini hasil pemeriksaan hanya merefleksikan SPIP, realisasi dari transaksi yang dilakuakn, memeriksa secara sampling kalau ditemukan hal-hal yang mengindikasikan fraud sehingga perlu dilakukan audit investigatif. Opini WTP tidak ada jamjnan lepas dari permasalaha korupsi, karena ini sampling," katanya.

Dijelaskannya, persoalan korupsi yang terjadi di Indonesia ciri-cirinya berbeda dengan di negara-negara maju.

Lemahnya, sistem pengawasan internal sehingga deteksi dini sebelum terjadinya korupsi masih kurang.

Halaman
12
Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved