Cegah Konflik Internal Nelayan, HNSI Bangka Gelar Diklat Organisasi

Nelayan jaring dengan nelayan pancing saling bersinggungan di wilayah fishing ground dan adanya tanam rumpon di wilayah nelayan jaring

Cegah Konflik Internal Nelayan, HNSI Bangka Gelar Diklat Organisasi
ist/dpc hnsi kabupaten bangka
Kegiatan Diklat Organisasi yang diadakan DPC HNSI Kabupaten Bangka, Sabtu (16/2/2019) di City Bangka Hotel. 

BANGKAPOS.COM -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka mengelar pelatihan dan pendidikan organisasi HNSI untuk mendukung program pemerintah sektor kelautan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir, Sabtu (16/2/2019) di Bangka City Hotel.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka Ridwan menilai untuk menumbuhkan harmoni masyarakat pesisir dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang mampu mendeteksi wilayah-wilayah konflik dan mampu menetralkan wilayah-wilayah konflik tersebut.

"Ini menjadi bahan bagi kami mengadakan melakukan kegiatan internal HNSI Kabupaten Bangka sebagai pilot project ke depan bahwa saat terjadi masalah keamanan dan ketertiban di laut mampu terjun ke lapangan langsung dan mampu menetralisir suasana tersebut," jelas Ridwan kepada bangkapos.com.

Apalagi menurutnya, zona wilayah tangkap nelayan, seperti nelayan jaring dengan nelayan pancing saling bersinggungan di wilayah fishing ground dan adanya tanam rumpon di wilayah nelayan jaring yang bisa menjadi pemicu konflik. Untuk itu diharapkan bagi pengurus HNSI dapat menetralisir suasana di lapangan tersebut.

Dalam diklat tersebut pihaknya melibatkan Polda Babel sebagai pemateri untuk memberikan wawasan kepada para anggota HNSI mengenai keamanan dan ketertiban serta kantibmas.

"Kami ingin menciptakan sumber daya masyarakat pesisir yang hebat, pintar, brilyan, tersistem dan menguasai administrasi," kata Ridwan.

Diharapkannya, jika mereka mampu menguasai semuanya secara organisasi maka tongkat estafet kepemimpinan bisa ditrasfer agar mampu memimpin ke depan.

Ridwan menilai apabila tidak menyiapkan estafet kepemimpinam berarti ia sebagai Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka gagal menciptakan generasi yang potensial untuk memimpin HNSI.

"Harapan saya masyarakat pesisir itu jangan mononton saja di bidang laut mereka bisa menguasai di darat, laut dan udara. Ini sebagai tanggung jawab kami menciptakan pemimpin-pemimpin baru di wilayah pesisir," ungkap Ridwan. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved