Kisah Suami Roaidah Warga Desa Pangkalberas yang Menderita Tumor di Leher, Kini Tak Berdaya

Keadaan suami Roaidah sekarang hanya berbaring dan tidak bisa beraktivitas, pada bagian leher seperti mulai membusuk dan menimbulkan bau tak sedap

Kisah Suami Roaidah Warga Desa Pangkalberas yang Menderita Tumor di Leher, Kini Tak Berdaya
Dokumen Bangka Pos
PT. Timah Tbk menyerahkan bantuan ke warga Desa Pangkalberas, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat menderita tumor di leher, 

BANGKAPOS.COM -- Roaidah (40), terlihat tegar melihat keadaan suaminya terbaring lemas di dipan ruang tengah rumah mereka di komplek Perumahan sawit milik Sinar Mas Groups di Kecamatan Kelapa, Sabtu (16/2/2019)

Dengan hati-hati ia memberikan air minum ketika suaminya kehausan, kemudian membisikan sesuatu ketelinga suaminya seolah memberikan semangat.

Roaidah menceritakan, suaminya tersebut sudah lama menderita sakit namun kondisinya semakin parah sekitar dua bulan terakhir.

"Awalnya ada benjolan sekitar leher, kami pikirkan tidak apa-apa, sampai akhirnya mengeluh sakit dan sulit nelan makanan," ungka warga Desa Pangkalberas, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat ini

Hingga kini keadaan suami Roaidah sekarang hanya berbaring dan tidak bisa beraktivitas, pada bagian leher seperti mulai membusuk dan menimbulkan bau tak sedap.

Tubuhnya pun tidak seperti sebelum sakit, tampak kurus karena tidak bisa makan, kadang dia hanya minum.

"Kami sudah berusaha, ke rumah sakit, berobat kampung, dan sekarang kata dokter harus di rujuk ke rumah sakit di Jakarta karena sakitnya cukup parah," ungkap ibu empat anak ini

Dia melanjutkan, awal mula sakit yang di derita suaminya yang sehari-hari bekerja di perusahan sawit group Sinar Mas Kecamatan Kelapa sawit ini terlihat ada benjolan di sekitar lehernya.

Tanpa disadari benjolan tersebut membesar dan membuat Subandi sulit menelan makanan, hingga dia sering mengeluh pusing kepala dan pingsan saat bekerja.

Puncaknya ketika sakitnya semakin parah, mereka pun ke rumah sakit, setelah diperiksa ternyata tumor.

"Waktu itu masih sakit, dipaksa terus bekerja, baru dua bulan inilah mulai tidak bekerja lagi, karena sakit, badannya pun sekarang kurus," ungkapnya 

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved