Ulama Bangka Belitung Menyerukan untuk Melawan Politik Uang

Praktik politik kotor yang satu di antaranya adalah praktik politik uang menjadi perhatian khusus ulama Provinsi Bangka Belitung.

Ulama Bangka Belitung Menyerukan untuk Melawan Politik Uang
BANGKAPOS/MUHAMMAD RIZKI
Ijtima' Ulama Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM – Praktik politik kotor yang satu di antaranya adalah praktik politik uang menjadi perhatian khusus ulama Provinsi Bangka Belitung. Dalam acara Ijtima Ulama Bangka Belitung yang digelar di Hotel Grand Mutiara Pangkalpinang, Sabtu (16/02/2019), ulama menyerukan untuk menjadikan praktik politik uang sebagai musuh bersama.

Poin untuk menjadikan praktik politik uang sebagai musuh bersama ini tertuang dalam salah satu poin di acara tersebut.

Acara Itjma Ulama Bangka Belitung ini sendiri berlangsung tertutup. Jurnalis, termasuk bangkapos.com tidak diizinkan masuk ke ruang sidang. Namun di akhir acara panitia membagikan hasil dari Ijtima Ulama Babel ini kepada media.

Yusmono, satu panitia bidang publikasi menjelaskan, acara memang sengaja digelar secara tertutup. Ini lantaran materi pembahasan menyangkut hal-hal sensitif sehingga dikhawatirkan ada hal yang seharusnya menjadi komoditas internal akhirnya tersebar ke publik.

Yusmono sempat menjanjikan kepada media untuk digelar konferensi pers setelah acara usai. Namun karena alotnya pembahasan, jadwal konferensi pers yang dijanjikan panitia harus mundur dari jadwal yang sudah ditentukan. Panitia akhirnya mengirimkan hasil Ijtima ulama tersebut kepada media, termasuk ke bangkapos.com 

Yusmono menambahkan, acara yang mengusung tema "Ulama Bangka Belitung Bersatu Untuk Indonesia Adil dan Makmur Dengan Syariah Bebas Dari Ketidakadilan dan Kedzaliman", itu dihadiri sekira 500 ulama se Provinsi Bangka Belitung

“Mereka berasal dari berbagai ormas Islam, majlis dzikir, dan tokoh agama di Bangka Belitung,” kata Yusmono.

Masih menurut Yusmono, Sidang dipimpin oleh Ust. Kamal Abdul Rasyid sebagai pimpinan sidang I. Perangkat sidang lainnya adalah Ust. Muhammad Misdi sebagai pimpinan sidang II, dan Ust Firman Alfarisi sebagai pimpinan sidang III.

Dari acara ini, dihasilkan 22 point sebagai hasil dari Ijtima' ulama Bangka Belitung. Dari rilis yang diterima bangkapos.com, ketiga ulama tersebut juga yang menandatangani 22 poin seruan ulama Babel. 

Satu di antara 22 poin itu yakni Menyeru dan mengajak seluruh komponen umat untuk berperan aktif dalam aktivitas amar ma’ruf nahi munkar, termasuk segala bentuk atifitas money politics dan menjadikannya sebagai musuh bersama umat, karena merupakan perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT, baik yang menyuap maupun yang menerima suap. (BANGKAPOS/MUHAMMAD RIZKI)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved