Dinas Perhubungan Babel dan KSOP Pangkalbalam FGD, Bahas Perencanaan Relokasi Pelabuhan Pangkalbalam

Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan Forum Group Discussion (FGD) bersama KSOP Pangkalbalam dan Bappeda Babel

Dinas Perhubungan Babel dan KSOP Pangkalbalam FGD, Bahas Perencanaan Relokasi Pelabuhan Pangkalbalam
Bangka Pos/Jhoni Kurniawan
Forum Group Discussion terkait Perencanaan Relokasi Pelabuhan Pangkalbalam, Ruang Rapat I Bappeda Babel. Senin, (18/2/2019) 

BANGKAPOS.COM  - Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan Forum Group Discussion (FGD) bersama KSOP Pangkalbalam dan Bappeda Babel dalam rangka Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam di Ruang Rapat I Bappeda Babel. Senin (18/2/2019).

Kepala Dinas Perhubungan Babel, KA Tajjudin menyampaikan Pelabuhan Pangkalbalam merupakan gerbang utama masuknya barang dan orang di Provinsi Bangka Belitung. Namun Selama ini kapasitas Pelabuhan Pangkalbalam hanya bisa menampung kapal yang berukuran di bawah 2000 GT.

Permasalahan lainnya yang disampaikan Tajjudin adalah Low Water Spring (LWS) atau Surut Air Laut Terendah yang semakin surut dan mengalami pendangkalan air laut. Ditambah lagi dengan keberadaan Jembatan Emas yang terkadang tidak bisa dilalui kapal besar.

"Perluasan Pelabuhan Pangkalbalam memerlukan biaya yang sangat tinggi. Sehingga diperlukan usulan pelabuhan alternatif sebagai pengganti Pelabuhan Pangkalbalam, ujar Tajjudin.

Tajjudin menyatakan pelabuhan alternatif tersebut adalah Muara Batu Rusa sebagai rencana jangka panjang dan Pelabuhan Tuing sebagai rencana jangka pendek.

Kepala KSOP Pangkalbalam, Izuar menyatakan setuju jika Pelabuhan Pangkalbalam saat ini telah mengalami berbagai permasalahan seperti tingkat air laut yang semakin menyurut serta keberadaan Jembatan Emas yang cukup menghambat proses bongkar muat di pelabuhan karena sering macet.

Hal tersebut menurut Izuar sangat merugikan, baik merugikan perusahaan pelayaran, Pelindo bahkan menghambat distribusi kebutuhan masyarakat Bangka Belitung. Sehingga alternatif pelabuhan sangat dibutuhkan.

Kepala Bappeda Babel, Fery Insani berharap pelabuhan bisa menopang kebutuhan primer masyarakat dan tidak lagi menghambat kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat.

Forum Group Discussion (FGD) tersebut dihadiri oleh Dishub, KSOP Pangkalbalam, Bappeda Babel, Staf Ahli Gubernur Babel, Pelindo dan instansi terkait. (Bangka Pos/Jhoni Kurniawan).

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved