Gelar Rapat Tertutup, Molen Sebut Harus Tegas Pada Camat dan Lurah

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) membeberkan alasannya menggelar rapat koordinasi tertutup bersama camat dan lurah se-Pangkalpinang

Gelar Rapat Tertutup, Molen Sebut Harus Tegas Pada Camat dan Lurah
Dokumen Bangka Pos
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) (BANGKA POS / DEDY QURNIAWAN) 

BANGKAPOS.COM - Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) membeberkan alasannya menggelar rapat koordinasi tertutup bersama camhal-hal yat dan lurah se-Pangkalpinang di ruang OR, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (18/2/2019). Molen menyebut, ada yang perlu ia sampaikan secara tegas kepada para camat dan lurah.

Satu di antara ketegasan yang ia sampaikan adalah mempersilakan camat dan lurah yang tak bisa bekerja tim bersama dirinya dan M. Sopian untuk keluar ruangan.

"Saya perlu tegas dengan para staf saya terutama di kelurahan dan kecamatan ini supaya mereka kerjanya maksimal. Jadi satu di antara ketegasan saya itu, siapa yang tidak setuju dan tidak mau, yang mau mengundurkan diri segala macam, saya persilakan mereka langsung, keluar," kata Molen seusai rapat.

"Kalau tidak mau kerja tim dengan saya, dan Bang Sopian, silakan untuk keluar ruangan," katanya.

Molen juga mengatakan, ada hal-hal lain yang tak perlu diketahui publik mengenai camat dan lurah di Pangkalpinang. Ini terkait posisi jabatan dan siapa yang akan mengisinya nanti.

"Mereka saya minta untuk, siapa-siapa yang mampu mengisi kekosongan itu. Karena ini kan masih rahasia, jadi itu sebenarnya," ucap mantan ASN di Pemprov Sumsel itu.

Molen menolak jika disebut selama ini para camat dan lurah belum bisa bekerja secara tim bersama dirinya dan M. Sopian. Ini dilakukan karena ia baru bisa melakukan penempatan jabatan kosong dan perombakan jabatan di jajaran Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Pangkalpinang yang baru bisa dilakukan pada April 2019 nanti.

"Bukan belum bisa. Tetapi kami ini, bersama Bang Sopian, baru bulan April, secara aturan, baru bisa maksimal untuk mengisi kekosongan, mutasi dan segala macam. Ini masih ada ruang waktu sekitar dua bulan untuk itu, mumpung masih ada waktu itu, kami berkoordinasi dengan mereka, mengevaluasi mereka," beber Molen.

Karena itu, ia menyebut mengevaluasi kinerja camat dan lurah para rakor tersebut.

"Supaya jangan kerjanya setengah-setengah. Keluhan masyarakat pasti ada, tetapi tidak banyak kata Molen.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved