Molen Beberkan Alasan Empat Pejabat Pemkot Pangkalpinang Pindah, Buka Peluang Rekrutmen SDM Baru

Terkait ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), Molen mengakui bahwa ini menjadi persoalan tersendiri bagi Pemkot Pangkalpinang.

Molen Beberkan Alasan Empat Pejabat Pemkot Pangkalpinang Pindah, Buka Peluang Rekrutmen SDM Baru
Dokumen Bangka Pos
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) sesuai melantik tiga pejabat eselon di Pemkot Pangkalpinang, Rabu (16/1/2019). Ini diketahui merupakan rotasi dan mutasi pejabat pertama yang dilakukan Molen sejak menjadi Wali Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM - Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menanggapi kabar pindah dan mundurnya empat pejabat Pemkot Pangkalpinang saat ini.

Keempat pejabat tersebut diketahui adalah Abdul Ghoni, Kepala Pelayanan Perizinan Terpadu dan Satu Pintu ke Pemprov Babel, dr Ristum Alamsyah dari Kepala Dinkes PPKB menjadi tenaga fungsional. Kemudian, Rasdian Setiady dari Kasatpol PP dan Damkar Pangkalpinang pindah ke Bandung, serta Kabid Pendapatan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Sri Handayani yang juga mengajukan pindah ke Bandung.

"Kalau Pak Ghoni itu mau mengembangkan karirnya ke Pemprov Babel. Pak Ristum karena sudah berumur, dia mau balik ke fungsional, dia kan dokter spesialis. Beliau sudah capek dan mau mengembangkan karir ilmunya," kata Molen di rumah dinas wali kota, Rabu (20/2/2019).

Sementara Rasdian Setiady pindah karena ingin dekat dengan keluarga. Rasdian disebut sudah mengusulkan pindah sebelum Molen dilantik sebagai Wali Kota Pangkalpinang. Pun demikian dengan Sri Handayani yang meminta pindah karena urusan pribadi dan keluarga.

Menurut Molen, untuk mengisi kekosongan pejabat eselon II, pihaknya memerlukan persetujuan Komite Aparatur Sipil Negara (KASN), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan Gubernur. Persetujuan ini diperlukan karena ketentuan yang mengatur bahwa kepala daerah terpilih belum bisa merombak pejabat eselon II sebelum enam bulan menjabat.

Sebelumnya, dia memang pernah menyebut baru akan melakukan perombakan OPD pada April 2019 mendatang.

"Untuk yang kosong-kosong ini kami akan pelan-pelan," ujar Molen.

Terkait ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), Molen mengakui bahwa ini menjadi persoalan tersendiri bagi Pemkot Pangkalpinang. SDM yang ada diakui tidak bisa mengisi seluruh kekosongan yang ada.

"SDM di Pangkalpinang ini mungkin ada, tetapi mungkin entah tersembunyi apa di mana, pokoknya tidak semua bisa terpenuhi. Sementara, kami hire, pelan-pelan. Tidak menutup kemungkinan ada kawan-kawan dari provinsi, Bangka Tengah, Bangka Selatan. Pokoknya saya mencari siapa yang ingin bekerja tulus dan ikhlas untuk membangun Pangkalpinang. Itu yang saya utamakan. Mungkin ada juga yang dari Sumsel," tutur Molen.

"Ada juga kemungkinan lelang, untuk regenerasi, yang muda-muda naik," kata Molen lagi.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved