Ustadz Abdul Somad Jadi Pembahasan Seminar di Universitas Monash Australia

Fenomena munculnya para dai populer seperti Ustadz Abdul Somad menandai pergeseran media dakwah di Indonesia

Ustadz Abdul Somad Jadi Pembahasan Seminar di Universitas Monash Australia
facebook.com/UstadzAbdulSomad
Ustaz Abdul Somad dalam balutan pakaian Gayo, di Lapangan Meusara Alun, Takengon, Aceh Tengah, Jumat (9/11/2018). 

BANGKAPOS.COM - Fenomena munculnya para dai populer seperti Ustadz Abdul Somad menandai pergeseran media dakwah di Indonesia dengan memanfaatkan media sosial.

Adanya pasar untuk pesan-pesan konservatif semakin menambah popularitas mereka.

Demikian benang merah yang dapat ditarik dari seminar peran dai dalam perpolitikan Indonesia di Monash University, Melbourne, pekan lalu (15/2/2019).

Ini 8 Janji Prabowo Jika Terpilih Jadi Presiden, saat Debat Kedua Pilpres 2019

Seminar bertema "Are Muslim preachers pushing Indonesian politics to the right?" menampilkan pakar studi Islam Prof Julian Millie dan dosen hukum Islam Dr Nadirsyah Hosen.

Menurut Prof Julian Millie, popularitas para dai tersebut tampaknya melatarbelakangi upaya Pemerintah RI untuk membuat sejumlah aturan.

Cempedak, Buah yang Lagi Musim di Bangka Ini, Memiliki 11 Manfaat Luar Biasa, Ini Buktinya

Mulai dari pelarangan organisasi HTI pada 2017, sertifikasi dai, hingga daftar 200-an dai yang diakui pemerintah melalui Departemen Agama.

 Photo: Ustadz Abdul Somad merupakan sosok dai yang popularitasnya membuat politisi berupaya menariknya ke pentas politik. (Twitter: @Tafaqquh Online)

"Ini merupakan perkembangan menarik, mengingat Indonesia sebenarnya relatif menikmati kebebasan sejak jatuhnya Soeharto," kata Prof Julian.

Salah satu dai populer Ustadz Abdul Somad (UAS), menurut pandangan Prof Julian, merupakan generasi kedua dai yang coba memanfaatkan medsos dalam berdakwah.

Dia memaparkan bagaimana tim di balik popularitas UAS bekerja secara tersistematis menayangkan ceramah-ceramahnya ke medsos setiap hari.

"Selain itu, banyak orang lain yang juga memposting ulang ceramah-ceramah Abdul Somad di berbagai medsos," ujarnya.

"Konten dalam industri ini juga sangat mudah, sebab dai tersebut hanya bicara dan bicara," tambahnya.

 

Makan Ikan Kembung Yuk, Gizinya Ternyata Lebih Tinggi dari Salmon

Halaman
123
Editor: Herru W
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved