8 TPA di Babel Terima 262,8 Ton Sampah Perhari

Produksi sampah ini terus meningkat dari tahun ke tahun, seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan

8 TPA di Babel Terima 262,8 Ton Sampah Perhari
bangkapos/Yuranda.
Kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) parit enam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Setiap harinya ada 262,80 ton sampah yang masuk ke delapan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Produksi sampah ini terus meningkat dari tahun ke tahun, seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan daerah.

Berdasarkan data yang tercatat Badan Lingkungan Hidup Provinsi Babel, TPA yang paling banyak menerima sampah dari depalan TPA yang tersebar di tujuh kabupaten/kota yakni TPA Parit 6 di Kota Pangkalpinang yang menerima sampah 120 ton/hari.

Kedua, TPA Kenanga di kabupaten Bangka yang setiap harinya rata-rata menerima 55,29 ton sampah dan TPA Belinyu Simpang Tiga sebanyak 3 ton perhari.

Kemudian TPA Gunung Sadai di Belitung sebanyak 35,36 ton. Di kabupaten Bangka Selatan melalui TPA Junjung Besaoh tercatat 16,10 ton sampah yang masuk ke TPA perhari.

Di Kabupaten Bangka Tengah melalui TPA Simpang Jongkong Koba sampah yang masuk ke TPA sebanyak 13,25 ton per hari.

TPA Trafo di Belitung Timur pasokan sampah yang masuk ke TPA sebanyak 11,54 ton per hari dan TPA Air Belo Bangka Barat sebanyak 8,26 ton per hari.

Kepala Bidang Pemeliharaan Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas, Dinas Lingkungan Hidup Babel, Mega Oktarian mengatakan data ini diperoleh dari laporan kabupaten/kota.

"Sampah itu enggak boleh dibakar, masyarakat harus buang ke TPA. Berdasarkan data kabupaten/kota itu data sampah yang masuk ke TPA per hari dan itu klaim kabupaten karena sudah Adipura," katanya, Kamis (21/2/2019).

Sampah-sampah yang masuk ke TPA umumnya memang sudah dipilah, namun belum dilakukan secara optimal, sehingga masih perlu edukasi.

"Sudah dipilah, tapi belum optimal," katanya.

Menurutnya, saat ini kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya sudah berangsur meningkat, terutama pemilihan sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis.

"DLH Provinsi dan kabupaten tetap berupaya sosialisasi program bank sampah dengan penerapan membangun kesadaraj kolektif akan pentingnya prinsip 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle," ujarnya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved