Zuristyo Ajak Siapkan Diri Songsong Bonus Demografi

Bang Tyo: persiapan yang terpenting memasuki bonus demografi adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM).

Zuristyo Ajak Siapkan Diri Songsong Bonus Demografi
Bangkapos.com
Bang Tyo saat bertemu dengan kader partai dan warga di Sungailiat 

BANGKAPOS.COM--Tahun 2020 Indonesia akan mendapat bonus demografi. Dimana penduduk usia produktif antara 15-64 tahun lebih banyak dari jumlah penduduk tidak produktif di bawah usia 15 tahun dan di atas usia 65 tahun.

Menyongsong era itu Zuristyo Firmadata Caleg DPR RI dapil Bangka Belitung dari Partai Nasdem mengajak masyarakat Babel untuk mempersiapkan diri dengan baik. Agar bonus demografi menjadi kekuatan yang menguntungkan untuk Babel bukan sebaliknya.

Bonus demografi ini seperti pedang bermata dua bisa jadi berkah atau musibah.

"Anugerah jika usia produktif kita berkualitas dan terserap lapangan kerja. Namun bisa berbalik menjadi musibah bagi Babel jika usia produktif ini tidak berkualitas dan tidak produktif," kata pengusaha yang akrab dipanggil Bang Tyo Kamis (21/2/2019)

Menurut Bang Tyo persiapan yang terpenting memasuki bonus demografi adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM).

Dengan SDM berkualitas maka penduduk Babel mampu bersaing. Ada tiga hal yang harus disiapkan pihak terkait memasuki bonus demografi

"Pertama pendidikan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, dibutuhkan pendidikan yang berkualitas pula," ujarnya Ketua DPW Nasdem Bangka Belitung ini.

Bang Tyo mengatakan pemerintah daerah harus mendorong stakeholder pendidikan di Babel untuk mempersiapkan SDM-SDM yang bermutu tinggi lewat pendidikan
tinggi dan karakter mulia.

Anak-anak muda di Babel perlu dibekali ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan, bahasa internasional dan kemampuan khusus yang mumpuni dibidangnya. Perlu juga disiapkan tunjangan pendidikan seperti beasiswa bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi atau khusus. 

"Jika gagal menyiapkan pendidikan SDM yang dihasilkan pun kurang berkualitas, daya saingnya jadi rendah dan kesulitan mendapatkan pekerjaaan. Akhirnya jadi pengangguran yang membebani negara," kata tokoh pemuda ini.

Halaman
12
Penulis: dedypurwadi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved