Fakta Persidangan Kasus Penyimpangan Izin Pengolahan Mineral Tambang, Libatkan Pengusaha Lain

Terungkap dalam fakta persidangan terhadap berkas dakwaan Antoni (terdakwa) yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU)

Fakta Persidangan Kasus Penyimpangan Izin Pengolahan Mineral Tambang, Libatkan Pengusaha Lain
Bangka Pos/Ryan Augusta Prakasa
Terdakwa, Ho Aprianto alias Antoni (kemeja hitam) usai menghadiri sidang perdana perkara mineral tambang yang melibatkanya. 

"Apabila nama-nama tersebut dilakukan pemeriksaan oleh penyidik dan dijadikan sebagai saksi dalam berkas perkara ini maka nama-nama tersebut (Jack, HD & ZD -- red) akan jadi saksi dalam pemeriksaan di pengadilan nantinya dalam perkara ini," kata Hotma kepada bangkapos.com, Jumat (22/2/2019).

Meski begitu, menurutnya apabila nama-nama tersebut adalah nama-nama yang hanya termuat berdasarkan keterangan saksi atau terdakwa namun tidak pernah dijadikan saksi dalam berkas perkara tidak akan menjadi saksi dalam perkara tersebut.

"Ada satu hal lagi dalam perkara ini adanya pengecualian apabila nama-nama tersebut adalah saksi yang meringankan dari Terdakwa, maka itu adalah hak terdakwa untuk menghadirkan nama-nama tersebut menjadi saksi yang meringankan bagi diri terdakwa (Antoni -- red)," terangnya.

Sebagaimana berita sebelumnya disebutkan terkait perkara ini berawal dari pengungkapan atau penggerebekan oleh tim Ditreskrimsus Polda Kep Bangka Belitung, Rabu (12/9/2019) sekitar pukul 14.00 WIB terhadap pabrik sekaligus gudang mineral ikutan tambang milik PT Indorec Sejahtera, berlokasi di jalan SLA, Dusun III Batu Rusa Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Sementara di lokasi pabrik tersebut oleh tim Ditreskrimsus Polda Babel ditemukan barang bukti sekitar 100 ton zirkon, 1000 ton eliminite dan 9 ton monazite.

Antoni menghadiri sidang perdana, Rabu (20/2/2019) lalu bertempat di ruang Tirta pengadilan setempat. Sementara majelis hakim yang menyidang perkara itu Corry Oktarina, Iwan Gunawan & Hotma EP Sipahutar.

Dalam persidangan itu majelis hakim menetapkan terdakwa (Antoni) mesti dilakukan penahanan fisik hal tersebut berdasarkan pertimbangan majelis hakim meski sebelumnya Antoni sempat ditahan oleh pihak kepolisian namun status tahanan rumah dialihkan sebagai tahanan kota.

Selanjutnya, berkas perkara tersebut kemudian dilimpahkan ke pihak kejaksaan, namun oleh pihak kejaksaan status Antoni (terdakwa) dialihkan sebagai tahanan rumah.
(BANGKA POS/Ryan Augusta Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved