Pabrik Roti Wajib Senyum, Sehari Produksi 20.000 Roti Berbagai Jenis

Pabrik roti yang sudah berdiri sejak lima tahun yang lalu ini dimiliki oleh Joko Rianto (40).

Pabrik Roti Wajib Senyum, Sehari Produksi 20.000 Roti Berbagai Jenis
BANGKAPOS/MUHAMMAD RIZKI/R1
Joko saat ditemui di pabrik miliknya, Pabrik Roti Wajib Senyum 

BANGKAPOS.COM  - Aroma lezat khas roti tawar mulai semerbak tercium saat anda mulai memasuki Jl Akasia 2, Perumahan Bukit Merapen Kota Pangkalpinang. Suasana sibuk pun sudah terlihat dari pagi hari, puluhan kendaraan terlihat keluar masuk area pabrik.

Aroma menggoda dari roti tawar ini berasal dari Pabrik Roti Wajib Senyum. Pabrik roti yang sudah berdiri sejak lima tahun yang lalu ini dimiliki oleh Joko Rianto (40).

Pabrik roti tawar ini memproduksi beragam aneka bentuk roti, mulai dari Roti panjang yang berbentuk seperti Roti Hot Dog, Roti John, Roti Balok, dan Roti Burger. Dan mulai beroprasi dari pukul 03.00 WIB - 19.30 WIB.

Harganya jualnya pun cukup terjangkau, jika membeli di atas 50 buah, satu buah roti dibanderol dengan harga Rp 600,- sampai Rp 3000,- tergantung jenis rotinya.

Joko mengaku jika ia membuat roti sesuai dengan pesanan, tidak di stock dulu di awal baru menunggu pesanan. Sehingga roti buatan Joko selalu fresh.

Pelanggan roti buatan Joko ini berasal dari beragam tempat, mulai dari Pangkalpinang, Sadai, Toboali, hingga ke pulau Belitung.

Tak heran dengan pelanggan sebanyak itu, dalam sehari joko mampu memproduksi sebanyak 20.000 buah roti dengan berbagai jenis. Padahal dulu di awal karirnya Joko hanya mampu memproduksi sekitar 2000 buah roti saja per harinya.

"Iya dulu itu buat roti emang buat dipakai sendiri. Saya dulu jualan roti bakar juga. Dari pada beli, mending saya buat sendiri." ujar Joko, Jumat (22/2) saat ditemui di pabrik roti miliknya.

Bukan soal mudah bagi Joko untuk mencapai kesuksesan yang ia sekarang dapati. Menjadi operator alat berat, jual buah Kedondong, hingga pengantar galon air mineral pernah digeluti oleh Joko.

Asam garam berdagang pun sudah pernah Joko rasakan, bahkan saat berdagang roti bakar, Joko pernah mengalami saat seharian tidak ada roti dagangannya yang laku.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved