Sidang Kasus Mineral Tambang, Tiga Nama Pemasok Bakal Jadi Saksi di Persidangan

Sejumlah deretan nama para pelaku usaha tambang lainnya pun sempat disebutkan di hadapan majelis hakim

Sidang Kasus Mineral Tambang, Tiga Nama Pemasok Bakal Jadi Saksi di Persidangan
BANGKAPOS/Ryan
Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung, Roy Arland 

BANGKAPOS.COM  - Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel), Aditywa Warman melalui Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Babel, Roy Arland mengatakan perkara kasus mineral tambang, Ho Aprianto alias Antoni (terdakwa) awalnya penanganan perkara tersebut oleh pihak Polda Kep Bangka Belitung (Babel).

"Selanjutnya perkara mineral tambang itu dilimpahkan ke kita (Kejati Babel -- red). Namun ketika memasuki tahap dua berkas perkara itu kita limpahkan ke pihak Kejari Pangkalpinang," kata Roy saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (22/2/2019).

Namun ditegaskan Roy dalam persidangan perkara zirkon itu justru selaku jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Babel yakni Hidayanti, hanya saja saat sidang pertama perkara kasus tersebut justru JPU diganti sementara jaksa lainnya yakni Nur Sri Cahya SH.

"Lantaran saat itu orang tua (ayah -- red) dari ibu Hidayanti meninggal dunia jadi saat sidang perdana kemarin diganti oleh jaksa lainnya (Nur Sri Cahya -- red)," terangnya

Saat disinggung soal tiga nama pemasok barang mineral tambang ke pabrik PT Indorec Sejahtera masing-masing Jack, HD & ZD sempat disebutkan oleh JPU (Nur Sri Cahya) dalam berkas dakwaan saat persidangan pertama di Pengadilan Negeri Kelas IB Pangkalpinang justru tak banyak berkomentar.

"Kalau ada di dalam berkas dakwaan tersebut dan dibacakan dalam persidangan kemarin itu biasanya nama-nama itu (Jack, HD & ZD) bakal dihadiri dalam persidangan nanti di pengadilan. Namun semua itu tergantung bagaimana nanti fakta di persidangan maupun pertimbangan dari JPU," terang Roy.

Sekedar diketahui dalam fakta pesidangan belum lama ini, dalam berkas dakwaan yang dibacakan JPU di hadapan majelis hakim menyebutkan jika terdakwa (Antoni -- red) memdapatkan mineral ikutan tersebut dari pengumpul atau penjual yang ada disekitar lokasi antara lain dari saudara Jack sebanyak 146.990 kg (seratus empat puluh enam ribu Sembilan ratus Sembilan puluh kilo gram -- red).

Tak cuma Jack disebutkan dalam berkas dakwaan yang dibacakan JPU, namun sejumlah deretan nama para pelaku usaha tambang lainnya pun sempat disebutkan di hadapan majelis hakim yakni HD sebanyak 5.910 kg (lima ribu sembilan ratus sepuluh kilo gram -- red).

Berikut pasokan dari saudara ZD diketahui sebanyak 57.300 (lima puluh tujuh ribu tiga ratus kilo gram). Namun dalam perkara ini pihak kepolisian hanya menetapkan satu orang tersangka yakni Ho Aprianto alias Antoni. Kini Antoni mesti meringkuk di sel jeruji besi (rutan) Tuatunu, Pangkalpinang lantaran majelis hakim menetapkan agar terdakwa ditahan fisik meski sebelumnya berstatus sebagai tahanan rumah.

(BANGKA POS/Ryan A Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved