Video

VIDEO: Peringati Hari Peduli Sampah, Polda Kepri Bersihkan Sungai di Bengkong Sadai

Di hari peringatan nasional peduli sampah, Polda Kepri mengajak seluruh elemen masyarakat membersihkan bantaran sungai yang berada di Bengkong.

BANGKAPOS.COM, BATAM - Di hari peringatan nasional peduli sampah, Polda Kepri mengajak seluruh elemen masyarakat membersihkan bantaran sungai yang berada di Bengkong.

Mulai pelajar, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan dan bersama TNI bersama sama membersihkan sampah yang mengalir di sungai tersebut.

Pantauan Tribunbatam.id, memang pada aliran sungai yang tepatnya berada tidak jauh dari kantor Camat Bengkong ini terlihat menghitam dan mengeluarkan aroma bau yang tidak sedap.

Selain itu berbagai macam jensi sampah yang didominasi sampah plastik tampak mengambang mengalir di atas air tersebut.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto menyampaikan, gerakan peduli sampah nasional ini bentuk kepedulian untuk mengedukasi masyarakat hidup sehat.

"Bisa kita lihat dan saksikan bersama, bahwa dibantaran sungai ini banyaknya sampah yang mengambang. Ini akan bisa mencemarkan lingkungan, yang berakibat pada kesehatan," katanya, Kamis (21/2/2019).
Sebab disampaikannya, melihat berbagai jenis sampah yang ada dikawasan tersebut, mayoritas sampah produksi rumah tangga.

"Ini menandakan bahwa kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Makanya kegiatan ini kita buat untuk bersama sama peduli menjaga kebersihan," ujarnya

Aliran sampah ini pun, bila dilihat juga bawaan dari wilayah Batam center, melintas menuju kawasan Bengkong Sadai.
Sementara itu, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah menyampaikan, tentu ini juga menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah setempat.

"Artinya pemerintah setempat bagian yang tidak lepas dari masalah ini. Dinas kebersihan dan lingkungan hidup harus lebih optimal dalam menjaga dan mengedukasi masyarakat peduli kebersihan," ujarnya.

Yan Fitri menyarankan, Pemerintah setempat bisa membuat gerakan atau kelompok sadar lingkungan khususnya bantaran sungai ini.
"Soalnya sungai aliran ini dari airnya saja sudah berubah kehitaman, sampah masih mengambang. Bau yang tercium ini juga akan berbahaya bagi kesehatan warga," sebutnya.

Pembersihan bantaran sungai ini pun menggunakan dua alat berat eskavator, serta kapal sekoci.

Tidak hanya para polisi laki laki yang turun membersihkan. Para polisi wanita, dan Bhayangkari juga turut serta membersihkan. (Tribun Batam/Endra Kaputra)

Penulis: Budi Sihol
Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved