Di Kota Ini, Masih Ada Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya, Sajiannya Telur Hingga Rokok

Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya Ternyata Masih Ada Bahkan di Pusat Kota Banjarmasin. Siluman buaya atau buaya kuning dan buaya putih kerap menjadi

Di Kota Ini, Masih Ada Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya, Sajiannya Telur Hingga Rokok
Dok M Reza untuk BPost Group
Tradisi memberi makan buaya siluman di Sungai Bilu Banjarmasin. 

BANGKAPOS.COM - Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya Ternyata Masih Ada Bahkan di Pusat Kota Banjarmasin

Siluman buaya atau buaya kuning dan buaya putih kerap menjadi cerita serta tradisi di masyarakat, tak terkecuali Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel.

Namun tak hanya menjadi cerita, salah satu tradisi yang masih dilakukan oleh pemelihara buaya siluman yaitu memberi makan buaya dengan cara menghanyutkan makanan ke sungai masih tetap dilakukan.

Tradisi pemelihara buaya siluman sering disebut Melabuh dan ada juga yang menyebut melarut.

Tradisi ini ternyata tak hanya cerita belaka, komunitas KAKIkota Banjarmasin misalnya membuktikan masih eksisnya tradisi memberi makan buaya siluman ini.

Terang Strategy Advisor KAKIKota Banjarmasin, Muhammad Reza kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (23/2/2019) menemukan tradisi ini saat berkeliling untuk dalam rangkaian menuju Festival Kolaborasi Nyawa Sungai Banjarmasin Masa Depan saya dan bertemu Mastiah yang sedang menyiapkan bahan atau sesaji untuk tradisi Melabuh dalam rangka persiapan upacara Mandi Mandi Hamil tujuh Bulanan dan Malabuh Tahunan untuk Keluarga yang memiliki ikatan dengan makhluk gaib.

Warga Indonesia Tewas Diterkam Buaya Air Asin di Malaysia

"Kita ketemu tradisi itu di Sungai Bilu Kampung Hijau, tapi rata-rata di Sungai Lulut, Pengambangan dan Sungai Jingah masih ada yang melakukan tradisi itu," ujarnya.

 Tradisi memberi makan buaya itu terang  Reza dilakukan setiap setahun sekali bagi orang dewasa, untuk mandi mandi tujuh bulanan saat hamil, dan saat bayi umur tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan dan 12 bulan.

Warga Geger, Buaya Kuning dan Hitam Sering Menyeberang Jalan

"Kita juga sempat mengabadikan tradisi itu melalui kamera," ujarnya.

Kisah Keturunan Pemelihara Siluman Buaya

Menjadi keturunan keempat pemelihara siluman buaya membuat Norsehat memang berbeda dengan orang lain.

Selain harus menjalankan tradisi terkait siluman buaya, sejumlah hal aneh juga terkadang terjadi pada diri Norsehat.

Norsehat yang kini sudah lanjut usia mengatakan tak melanjutkan memelihara buaya kuning yang diyakininya siluman buaya tersebut karena tidak mau. 

Halaman
12
Editor: Herru W
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved