Penemuan yang Mengubah Dunia: Sapu, Mulanya Dibuat untuk Hadiah Istri

Indonesia baru saja memperingati hari peduli sampah nasional. Berbicara tentang sampah, tidak bisa kita lepaskan dengan sapu

Penemuan yang Mengubah Dunia: Sapu, Mulanya Dibuat untuk Hadiah Istri
Readers Digest
Ilustrasi Sapu 

BANGKAPOS.COM - Indonesia baru saja memperingati hari peduli sampah nasional. Berbicara tentang sampah, tidak bisa kita lepaskan dengan alat-alat untuk membersihkannya.

Salah satu alat yang tak bisa dipisahkan dari membersihkan sampah adalah sapu.

Sapu sekilas hanya alat sederhana. Tapi jika kita kehilangan benda satu ini seringkali menyulitkan untuk membersihkan ruangan atau sekitar rumah.

Sayangnya, waktu penemuan sapu tidak pernah diketahui secara pasti. Asal mula bundel ranting yang diikat pada tongkat telah ada sejak zaman kuno dan tertulis pada Alkitab Perjanjian Baru.

Pada masa tersebut, sapu digunakan untuk menyapu abu dan bara api di sekitar perapian.

Tak hanya itu, referensi pertama tentang penyihir yang menaiki sapu terbang juga telah ada sejak tahun 1453.

Meski begitu, sapu modern baru ada sekitar tahun 1797. Sapu modern pertama ini dibuat oleh Levi Dickinson, seorang petani di Massachusetts dari rumput berumbai (Sorghum vulgare) yang diikat pada tongkat.

Dia membuat sapu sebagai hadiah untuk istrinya yang akan membantu membersihkan rumah mereka. Melihat keefektifan alat buatannya, Dickinson kemudian menjual sapu tersebut pada khalayak luas.

Dickinson dan putranya berhasil menjual ratusan sapu setiap tahun sejak 1800-an.

Melihat keberhasilan Dickinson menjual sapu, para petani mulai menanam rumput tersebut untuk dibuat sapu.

Halaman
12
Tags
Sapu
Sampah
Editor: khamelia
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved