Lurah dan Camat di Pangkalpinang Diingatkan Tidak Lobi-lobi Jabatan

Para lurah dan camat di Pangkalpinang diingatkan tidak melobi-lobi guna mempertahankan ataupun naik jabatan.

Lurah dan Camat di Pangkalpinang Diingatkan Tidak Lobi-lobi Jabatan
BANGKA POS / DEDY Q
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) saat mengumpulkan para camat dan lurah seusai rakor lintas instansi membahas pembangunan Pangkalpinang di ruang OR, Kantor Wali Kota, Selasa (26/2/2019). 

BANGKAPOS.COM  - Para lurah dan camat di Pangkalpinang diingatkan tidak melobi-lobi guna mempertahankan ataupun naik jabatan. Mereka diingatkan oleh Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) seusai rapat koordinasi lintas instansi membahas pembangunan Pangkalpinang di ruang OR, kantor wali kota, Selasa (26/2/2019).

Pantauan bangkapos.com seusai rapat, para lurah dan camat diminta langsung berkumpul. Mereka juga diminta menyusun barisan persis seperti sedang apel.

"Saya minta kalian kerja lah yang benar. Tidak usah melobi A, melobi B, hanya untuk mempertahankan jabatan ataupun naik jabatan," kata Molen di hadapan para lurah dan camat.

Molen mengatakan, dirinya tidak punya kepentingan apa-apa kecuali kepentingan untuk masyarakat Pangkalpinang. Pernyataan ini ia ulang hingga dua kali.

"Tolong garisbawahi itu lurah adalah ujung tombak, camat adalah ujung tombak. Kalau lurahnya jelek, camatnya jelek, lah pastilah langsung (yang kena) ke wali kota," ucapnya.

Molen mengatakan, cara kerjanya bisa dilihat dari rakor lintas instansi membahas pembangunan Pangkalpinang. Dia miminta para camat dan lurah tak perlu iri dan dengki dalam bekerja.

Dia menyatakan, tidak membedaka-bedakan para camat dan lurah.

"Yang penting kerja, tunjukkan loyalitas, tunjukkan kinerja. Lurah camat, berulang kali saya sampaikan, saya pasti sayang kepada bapak ibu semua. Termasuk soal kesejahteraan dan keamanan. Jadi tolong ini dipahami sebenar-benarnya kami menilai hasil kerja dan yang mau kerja, cuma itu tok," beber Molen.

Terkait ini, Mantan ASN di Pemprov Sumsel itu meminta lurah agar menjaga omongannya.

"Hati-hati kalau ngomong. Aku tidak akan di ini, si A yang pacak. Si B yang bisa memecat aku. Tidak ada zamannya lagi yang seperti itu. Sekarang ini satu, satu komando kita ya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved