Publik Service

Pelaporan SPT Pajak Melalui E-Filling Baru 1,2 Juta Wajib Pajak Menjelang Akhir Februari

Kalau manual belum tahu karena sumber datanya berbeda, nanti awal Maret baru akan ada datanya secara periodik.

Pelaporan SPT Pajak Melalui E-Filling Baru 1,2 Juta Wajib Pajak Menjelang Akhir Februari
kompas.com
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak melaporkan, hingga Senin (25/2) pagi ini, baru 1,2 juta wajib pajak yang menyampaikan surat pemberitahuan tahunan (SPT) untuk pajak penghasilan (PPh) melalui e-filing. Namun, Ditjen Pajak belum mendata keseluruhan wajib pajak yang telah melaporkan SPT Tahunan PPh secara manual.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, memang hingga akhir Februari pelaporan SPT Tahunan belum ramai dilakukan. Padahal, jatuh tempo pelaporan SPT tahunan untuk 2019 ini dijadwalkan pada 31 Maret 2019 mendatang.

13 ASN Bersaing Menjadi Calon Petugas Haji 2019

"Penyampaian SPT untuk e-flling 1,2 juta wajib pajak, kalau manual belum tahu karena sumber datanya berbeda, nanti awal Maret baru akan ada datanya secara periodik," ujar Hestu di Jakarta, Senin (25/2).

Hestu menuturkan, memang di awal tahun hingga Februari pelaporan SPT Tahunan masih agak seret. Data pelaporan biasanya baru akan meningkat pesat memasuki bulan Maret. Untuk itulah, ujar dia, Ditjen Pajak semakin gencar dalam mengampanyekan pelaporan SPT tahunan lebih awal.

Update Terbaru Survei Elektabilitas Hari Ini, Prabowo Kalahkan Jokowi! Cek Selisih Angka

Ditjen Pajak pun mencatatkan, tahun ini terdapat 17,6 juta wajib pajak yang harus melaporkan SPT. Salah satu upaya untuk meningkatkan pelaporan SPT adalah semakin banyak platform yang memudahkan wajib pajak untuk melaporkan SPT baik secara elektronik melalui e-SPT, e-filing, dan e-form.

Selain itu, Ditjen Pajak juga membuka pelayanan pelaporan SPT Tahunan di luar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) seperti di kawasan perkantor dan dan pusat perbelanjaan. "Channeling mengenai pelayanan kita, kita perbaiki, kita tambah terus, kita buka layanan di luar kantor, tidak perlu di KPP," sebut Hestu.

Dirjen Pajak mengimbau para wajib pajak untuk menggunakan laman resmi Ditjen Pajak melalui djponline.pajak.go.id. Sebab, saat ini marak aplikasi tak resmi yang diunggah melalui Google Play Store yang dihubungkan dengan laman resmi penyampaian surat pemberitahuan pajak (SPT) tahunan.

Hestu mengatakan, beberapa aplikasi tersebut memiliki gambar dan simbol yang mirip dengan gambar e-filling selain itu beberapa juga ada yang menggunakan lambang lembaga Kementerian Keuangan.

"Ada beberapa aplikasi seperti DJPOnline oleh MM Creator, atau eFiling Lapor Pajak oleh Patriot Inc, dan lain-lain di PlayStore, gambarnya gambar e-filing mirip-mirip yang kita punya tapi ketika masuk ke sana memang akan linked ke djponline. Tapi enggak usah lewat seperti itu, langsung masuk aja ke djponline," ujar Hestu di Jakarta, Senin (25/2).

Hestu mengatakan, Ditjen Pajak tidak bisa menjamin risiko menggunakan aplikasi-aplikasi yang tak resmi tersebut. Akan tetapi, Ditjen Pajak juga tak bisa mencegah maraknya pihak yang membuat aplikasi dan mengunggahnya di Play Store.

"Kami ngga menjamin nggak ada risiko kalau masuk ke aplikasi-aplikasi itu, bisa saja datanya mereka simpan atau apa. Jadi lebih baik manfaatkan situs resmi kami djponline, jangan menggunakan aplikasi-aplikasi di Play Store," ujar Hestu.

Tak hanya soal penggunaan laman resmi untuk menyampaikan SPT Tahunan, Hestu juga mengimbau perusahaan yang sudah memotong PPh 21 dari pegawainya untuk segera memberikan bukti potong.

Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan penyampaian SPT Tahunan pada batas waktu penyampaian 21 Maret 2019 mendatang.

"Perusahaan-perusahaan yang sudah memotong PPh 21 harusnya di Januari sudah bisa membuat bukti potong untuk 2018, tolong janagn ditunda-tunda, kasihan pegawainya," kata dia. (*)

Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved