Dituding Bagian dari Kelompok Radikal, Ini Jawaban Tegas Prabowo

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Dituding Bagian dari Kelompok Radikal, Ini Jawaban Tegas Prabowo
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) menghadiri aksi Hari Buruh Internasional di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5/2018). 

BANGKAPOS.COM - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan UUD 1945 saat menghadiri deklarasi dukungan Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Gedung Pemuda Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (27/2/2019).

Soal Dalang Kerusuhan 98, Wiranto Tantang Prabowo dan Kivlan Zen Sumpah Pocong

Komitmen itu disampaikan Prabowo untuk menjawab tudingan yang menyebut dirinya adalah bagian dari kelompok radikal.

BPN Prabowo-Sandi Klaim Unggul di 4 Provinsi di Pulau Jawa, di Jateng Ngos-ngosan

"Saya mantan TNI, sejak umur 18 tahun saya sudah persembahkan jiwa raga saya untuk negara, rela mati bagi NKRI. Saya akan buktikan komitmen saya kepada NKRI, Pancasila dan UUD 1945," ujar Prabowo seperti dikutip dari siaran pers tim media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Rabu (27/2/2019).

Ini 8 Janji Prabowo Jika Terpilih Jadi Presiden, saat Debat Kedua Pilpres 2019

Prabowo menilai anggapan radikal yang dituduhkan kepadanya merupakan akibat dari kedekatannya dengan kalangan Islam, para ulama serta kiai.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, tudingan radikal adalah fitnah murahan yang sengaja disebar untuk menurunkan elektabilitasnya di pemilu. 

"Kalau ada bom, yang dituding Islam, tapi belum tentu. Islam kita adalah Islam rahmatan lilalamin. Islam yang membawa manfaat bagi seluruh umat dan sekalian alam," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo bercerita asal-asul kedekatannya dengan para ulama dan kiai. Prabowo mengatakan, kedekatannya dengan kiai terjalin sejak dirinya menjadi prajurit. 

"Tentara itu sering dikirim ke daerah operasi, siap mati. Biasanya sebelum berangkat ke daerah operasi, kita sowan ke kiai, minta doa," kata mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut.

Oleh sebab itu, jika dirinya terpilih sebagai presiden, Prabowo memastikan akan mengayomi seluruh rakyat Indonesia tak memandang dari agama mana, suku, etnis, seperti telah dimandatkan oleh dan UUD 1945.

"Saat menerima mandat dari rakyat pada 17 April nanti, semua agama, semua suku, etnis, akan kita ayomi. Jadi tidak benar kalau Prabowo dibilang radikal," ucap Prabowo. (*)

Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved