VIDEO: Sejak Tahun 2014 RSJ Babel Belum Pernah Tangani Caleg Stres

sikolog RSJ Provinsi Kep. Bangka Belitung, Sefrita Danur mengatakan sejak bertugas tahun 2014

SUNGAILIAT, BANGKA POS -- Psikolog RSJ Provinsi Kep. Bangka Belitung, Sefrita Danur mengatakan sejak bertugas tahun 2014 lalu sampai saat ini  belum ada menangani pasien gangguan jiwa dari para caleg yang gagal menduduki kursi legislatif di DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi dan DPR RI.

"Kita bertugas sejak ada Pemilu 2014 lalu sampai saat ini Alhamdulillah  belum pernah menangani para caleg yang stres karena gagal terpilih dalam pemilu," kata Sefrita, Kepala Ruangan Psikologi Klinis RSJ Babel, kepada Bangka Pos Group, Kamis (28/02/2019).

Diakuinya, sepertinya para caleg di Pulau Bangka ini memiliki kesehatan jiwa yang baik, karena bila melihat hasil tes kesehatan jiwa para caleg untuk Pemilu 2019 ini hasil tesnya juga bagus.

"Kita juga belum ada mendengar ada para caleg yang menjadi pasien psikotik yang harus ditangani psikiater. Mungkin di daerah lain ada, tapi di Pulau Bangka sampai saat ini belum ada yang berobat ke RSJ Babel," tukasnya.

Diungkapkannya, orang yang mengalami stres itu karena memiliki masalah yang tidak sesuai untuk dihadapinya, dia menganggap cobaan yang dialaminya itu tidak bisa diatasinya.

"Karena itu dari awal seorang caleg itu harus mengukur juga kemampuannya untuk menjadi anggota legislatif, tapi yang paling penting itu niatnya dulu kalau niatnya untuk kebaikan pasti dia akan memulai sesuatu itu dengan hal-hal yang baik," jelasnya

Disarankannya, para caleg jangan sampai memaksakan dirinya, misalnya untuk biaya pencalegan jangan sampai terlalu banyak menggunakan uang sehingga memaksakan diri dengan berhutang atau meminjam, padahal sumber daya yang dimilikinya tidak cukup.

"Memang setiap orang atau caleg itu memiliki keinginan untuk berhasil atau punya target pribadi ketika harapannya itu tidak mencapai kenyataan maka wajar bila mengalami stres danv v frustasi. Dalam kondisi ini pasti emosinya tidak stabil, sulit berpikir jernih pada saat itulah fungsi kita psikolog untuk menfasilitasi bagaimana mencari jalan keluarnya," tukasnya. (Bangka Pos/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved