Pasien Gangguan Jiwa Berat Dirawat Dalam Ruangan Gaduh Gelisah

Secara umum kemauan atau inisiatif masyarakat yang mengalami gangguan jiwa untuk berobat mengalami

Pasien Gangguan Jiwa Berat Dirawat Dalam Ruangan Gaduh Gelisah
Bangkapos/Edwardi
Aprilia, Kasi Pemeliharaan Pengembangan Fasilitas Medik dan Penunjang Medik RSJ Babel menunjukkan ruangan Gaduh Gelisah (seperti ICU) untuk pasien gangguan jiwa yang baru datang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jumlah pasien gangguan jiwa yang berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Kep. Bangka Belitung dalam satu hari rata-rata sebanyak 70 an pasien rawat jalan.

Sedangkan jumlah pasien rawat inap saat ini ada 110  orang dari 152 bed (tempat tidur) yang tersedia.

Hal ini diungkapkan Dirut RSJ Provinsi Kep. Babel dr H Andri Nurtito MARS melalui Aprilia, Kasi Pemeliharaan Pengembangan Fasilitas Medik dan Penunjang Medik RSJ Babel, Kamis (28/02/2019) di kantornya.

"Secara umum kemauan atau inisiatif masyarakat yang mengalami gangguan jiwa untuk berobat mengalami peningkatan, dengan adanya kegiatan-kegiatan yang kami dilakukan sehingga menimbulkan inisiatif untuk melakukan deteksi dini terhadap gejala-gejala nonpsikotik untuk anak remaja dan dewasa," kata Aprilia

Diakuinya, ada beberapa keluarga pasien yang dulunya memasung pasien gangguan jiwa di rumahnya, sekarang ini sudah timbul kesadaran untuk membawa pasien berobat ke RSJ Babel.

"Untuk penyembuhan pasien Alhamdulillah baik yang rawat jalan maupun rawat inap menunjukkan peningkatan melalui kegiatan rehabilitasi, kemauan minum obat secara teratur, kontrol kembali juga sudah tinggi kemauannya," ujarnya 

Disamping itu RSJ Babel juga menyediakan ruangan khusus untuk pasien yang sudah menunjukkan perbaikan  untuk melakukan teraphy supaya pasien bisa meningkatkan skills atau ketrampilannya sehingga bisa kembali ke masyarakat dan keluarganya.

"Rata-rata pasien rawat jalan sudah rajin kontrol berobat, jangan sampai putus obat sebab kalau putus obat bila si pasien kumat akan lebih berbahaya lagi," imbuhnya.

Dijelaskannya, pasien gangguan jiwa berat atau pasien psikotik yang baru datang pertama diperiksa di IGD, setelah itu dimasukkan dalam ruangan Gaduh Gelisah sebanyak 7 kamar yang terkunci terali besi, masing-masing kamar berisi satu orang.

"Biasanya pasien di ruangan Gaduh Gelisah ini sering mengamuk dan memecahkan kaca-kaca jendela, kasur yang tersedia biasanya dicabik-cabiknya," ungkapnya.

Dilanjutkannya, apabila pasien Ruangan Gaduh Gelisah sudah ada kemajuan atau perbaikan lalu dimasukkan ke Ruangan Tenang untuk menjalani rawat inap bersama para pasien lainnya yang sudah tenang jiwanya.

"Untuk pasien laki-laki dan wanita ruangan rawat inapnya juga dipisah, demikian juga untuk pasien anak remaja juga ada ruangan tersendiri," jelasnya.
(Bangkapos/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved