VIDEO : Sabtu Minggu Bank Sumsel Babel Layani 500 ATM Chip Hari Biasa 300 ATM

Ditambahkannya, saat ini ATM teknologi magnetik dimana alat duplikasi oleh para pelaku kejahatan sudah sangat gampang didapatkan, ...

BANGKA POS.COM-- Martin Dwista, Penyelia Umum dan Akuntansi Bank Sumsel Babel Cabang Sungailiat menegaskan pemberlakuan sistem GPN atau Gerbang Pembayaran Nasional tidak dadakan, namun sudah diberlakukan sejak akhir tahun 2018 lalu.

"Dengan berlakunya GPN ini, untuk kartu ATM bukan lagi yang berteknologi magnetik straight lagi tetapi kartu ATM yang menggunakan chip, karena faktor keamanannya lebih baik dari magnetik," kata Martin yang ditemui Bangkapos com, Senin (04/03/2019) di kantornya.

Ditambahkannya, saat ini ATM teknologi magnetik dimana alat duplikasi oleh para pelaku kejahatan sudah sangat gampang didapatkan, sehingga diubah ke teknologi chip

"GPN ini sebenarnya dimulai dari gerakan pembayaran nasional jadi transaksi antar bank itu khusus kita yang ada di Indonesia itu melalui Gerbang Pembayaran Nasional," ujarnya.

Dilanjutkannya, sebelumnya kita sudah memulai dengan ATM Bersama, Visa, Mastercard dan lainnya kalau untuk ATM Bersama itu di Indonesia saja tetapi itu milik salah satu bank asing, kalau GPN ini program nasional dari OJK dan BI.

"Memang selama ini belum ada kebocoran data nasabah namun hal ini yang ditakutkan pemerintah, karena jaringannya, transaksi antar bank melalui mereka atau pihak Visa. Kalau sistem GPN ini uang yang beredar di Indonesia hanya pihak kita sendiri yang mengetahuinya, pihak asing tidak tahu," jelasnya.

Diakuinya, sosialisasi sistem GPN saat ini belum terlalu gencar dilakukan, sehingga terkesan mendadak padahal sudah berlaku di akhir 2018 lalu.

"Apalagi timingnya awal bulan seperti ini dimana kebanyakan nasabah Bank Sumsel Babel adalah PNS dan pegawai lainnya yang gajinya melalui Bank Sumsel Babel, sehingga secara bersamaan mereka ingin mengambil gajinya, ada yang mengurus ATM yang tertelan, ada yang tidak bisa transaksi sehingga bersamaan mengubah ke ATM sistem chip," tukasnya.

Diungkapkannya, sebelumnya untuk pergantian ATM itu ada biaya cetak tersendiri, tetapi untuk perubahan sistem chip dan GPN ini tidak dikenakan biaya alias gratis, syaratnya membawa buku tabungan KTP dan ATM yang lama.

"Untuk layanan pembuatan ATM chip, untuk hari Sabtu dan Minggu kemarin kita buka lebih awal dan berakhir sore bisa melayani hingga 500 an buah ATM, sedangkan hari Senin ini sehari sekitar 300 an ATM saja karena keterbatasan personil sampai pukul 16.00 WIB," jelasnya.

Ditambahkannya, sebagian kartu ATM lama nasabah ada yang masih bisa digunakan untuk transaksi dengan catatan ada batasan jumlah saldo tertentu.

"Untuk kartu ATM yang bersifat khusus itu memang tidak diblokir namun segera diusahakan untuk percepatan pergantiannya, seperti untuk nasabah prioritas juga ada yang belum berteknologi chip," katanya.

Ditegaskannya, untuk ATM nasabah yang saat ini belum terblokir atau tidak ada masalah tetap diupayakan ke depannya untuk mengganti ke teknologi chip karena hal ini menyangkut keamanannya.

"Kita tetap menerapkan sistem antrian supaya nasabah yang datang terlayani sesuai sistem," tegasnya. (edw)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved